KADAR AIR OPTIMUM UNTUK PENYIMPANAN BENIH BEBERAPA JENIS JERUK (Citrus sp.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KADAR AIR OPTIMUM UNTUK PENYIMPANAN BENIH BEBERAPA JENIS JERUK (Citrus sp.)


Pengarang

Mulyana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705101030015

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

634.31

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar air aman terendah yang masih dapat mempertahankan viabilitas tiga jenis jeruk. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, yang dimulai pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan, Ada dua faktor yang diteliti yaitu faktor kadar air terdiri atas tanpa dikeringkan (kadar air 37-44 %), pengeringan selama 1 hari (kadar air 9–22%), pengeringan selama 2 hari (kadar air 3–5%), dan faktor jenis jeruk terdiri dari jeruk nipis, jeruk manis, dan jeruk purut. Adapun peubah-peubah yang diamati pada penelitian ini adalah potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, nilai T20 dan berat kering kecambah normal pada 25 dan 50 hari setelah penyimpanan (HSP). Parameter yang diamati terdiri atas potensi tumbuh dan daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, nilai T20 dan berat kering kecambah normal pada 25 dan 50 hari setelah penyimpanan (HSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penururnan kadar air berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, nilai T20, dan berat kering kecambah normal pada 25 HSP. Selanjutnya kadar air berpengaruh tidak nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, nilai T20, dan berat kering kecambah normal pada 50 HSP. Secara umum didapatkan bahwa penurunan kadar air melalui 2 hari desikasi dapat mempertahankan viabilitas dan vigor benih yang lebih tinggi. Varietas berpengaruh nyata terhadap vigor kecambah pada 25 HSP tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, nilai T20, dan berat kering kecambah normal pada 25 HSP. Selanjutnya varietas berpengaruh tidak nyata terhadap potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, vigor kecambah, nilai T20, dan berat kering kecambah normal. Benih jeruk manis mempunyai daya simpan yang lebih baik dibandingkan dengan benih jeruk lainnya. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara kadar air dengan varietas terhadap kecepatan tumbuh. Nilai terbaik diperoleh pada kombinasi perlakuan antara perlakuan kadar air selama 2 hari desikasi dengan varietas jeruk manis.
Kata kunci : kadar air optimum, penyimpanan benih, jenis jeruk.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK