Campur Kode dan Alih KOde dalam Iklan Berbahasa Aceh pada Siaran Radio di Banda Aceh | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Campur Kode dan Alih KOde dalam Iklan Berbahasa Aceh pada Siaran Radio di Banda Aceh


Pengarang

Asmaita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0906102010003

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

404.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Campur Kode dan Alih Kode dalam Iklan Berbahasa Aceh pada Siaran Radio di Banda Aceh”. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah campur kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh? (2) Bagaimanakah alih kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh? Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan berbahasa Aceh yang disiarkan oleh siaran radio di Banda Aceh, yaitu siaran radio Meugah FM dan Tos FM. Data penelitian ini yaitu lima belas iklan berbahasa Aceh yang disiarkan oleh siaran radio di Banda Aceh dengan perincian sepuluh iklan berbahasa Aceh dihasilkan dari siaran radio Meugah FM dan lima iklan berbahasa Aceh dihasilkan dari siaran radio Tos FM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan motode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik penganalisisan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan campur kode dan alih kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) campur kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh terjadi antara bahasa Aceh dan bahasa Indonesia dan antara bahasa Aceh dan bahasa Inggris dalam bentuk kata, frasa, perulangan kata, dan ungkapan, (2) campur kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh terjadi karena faktor kebiasaan, tidak ada atau tidak tahu padanan yang tepat untuk menggantikan kata tersebut, untuk menghindari bahasa yang panjang dan kurang jelas, didorong oleh sifat gengsi, dan pengaruh tingkat pendidikan, (3) alih kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh terjadi dari bahasa Aceh ke bahasa Indonesia dalam bentuk alih kode intern, dan (4) alih kode dalam iklan berbahasa Aceh pada siaran radio di Banda Aceh terjadi karena dorongan batin si penutur, untuk membangkitkan rasa humor, untuk mempertegas topik pembicaraan, didorong oleh sifat gengsi, untuk menjalin keakraban, adanya tujuan tertentu, dan untuk memudahkan lawan tutur atau pendengar memahami topik pembicaraan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK