<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17561">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN PH SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH MENYIKAT GIGI DENGAN PASTA GIGI YANG MENGANDUNG SORBITOL PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2014</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IHSAN RIZKY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saliva  adalah  cairan  kompleks  yang  diproduksi  oleh  kelenjar  saliva  yang mempunyai peranan penting dalam mempertahankan keseimbangan  ekosistem di dalam  rongga  mulut  dan  berfungsi  dalam  mencegah  terjadinya  karies.  Sorbitol termasuk  ke  dalam  golongan  gula  alkohol  dan  berfungsi  sebagai  pengganti sukrosa  dalam  mencegah  terbentuknya  karies  gigi.  Jenis  gula  ini  lebih  aman terhadap  gigi,  karena  difermentasikan  dengan  lambat  oleh  S  .mutans.  Sorbitol dapat menyebabkan terjadinya sedikit perubahan pH pada plak, dan menghambat proses  fermentasi  bakteri.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  melihat  perbedaan pH  saliva  sebelum  dan  sesudah  menyikat  gigi  dengan  pasta  gigi  yang mengandung  sorbitol  pada  mahasiswa  FKG  Unsyiah  Angkatan  2014.  Subjek penelitian  ini  berjumlah  47  orang  dengan  desain  pre  test-post  test  control  grup. Pengambilan  saliva  dilakukan  dengan  metode  spitting.  Subjek  menyikat  gigi dengan  pasta  gigi  yang  mengandung  sorbitol  dan  tidak  diperbolehkan  untuk makan  dan  minum  selama  1  jam  sebelum  distimulasi.  Subjek  diintruksikan meludah  selama  5  menit  dalam  interval  setiap  1  menit.  Pengukuran  pH  saliva menggunakan  pH  meter  digital.  Berdasarkan  hasil  uji  t-berpasangan.  terlihat adanya  peningkatan  rerata  pH  saliva  yang  bermakna  secara  statistik  (p</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17561</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-11-04 17:08:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-09 10:45:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>