<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17435">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN PELAKSANAAN TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA PASIEN HALUSINASI DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAULIDAR DESILIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Halusinasi merupakan gejala gangguan jiwa yang ditandai dengan perubahan sensori persepsi  yaitu merasakan  sensasi  palsu  berupa  suara,  penglihatan,  perabaan pengecapan  dan  penghiduan. Semakin  berat  halusinasinya, pasien semakin  berat mengalami  ansietas  dan  semakin  dikendalikan  halusinasinya.  Salah  satu tindakan keperawatan  pada  pasien  dengan muncul  keperawatan halusinasi  yaitu Terapi Aktifitas Kelompok  (TAK)  stimulasi  persepsi, berguna  meningkatkan  kemampuan pasien  dalam  mengontrol  halusinasi. Adapun  tujuan  dalam  penelitian  ini  adalah untuk  mengetahui gambaran  tentang pelaksanaan TAK terhadap kemampuan kognitif pada pasien dalam mengontrol halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh Tahun 2015. Penelitian dilakukan  pada  tanggal  4 s/d 11 Agustus 2015. Jumlah  populasi adalah  52 orang pasien  halusinasi  yang  dirawat  di  3  ruang  rawat  inap  Rumah  Sakit Jiwa  Aceh. Pengambilan  sampel  dengan teknik probability sampling dimana pengambilan  secara  acak. Tehnik  pengumpulan  data  diolah  secara sistem  komputer dengan  kategori  jenjang  ordinal  yang  disajikan  dalam  tabel  distribusi  frekuensi. Pengukuran variabel dengan  kuesioner  yang  berisi  pertanyaan tentang kemampuan pasien  dalam  mengontrol  halusinasi sebelum  dan  sesudah  pelaksanaan  TAK yang terdiri 14 item. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa kemampuan  mengontrol halusinasi  sebelum  TAK  pada  kategori  baik  yaitu  63,46  %,  dan  kemampuan mengontrol halusinasi sesudah TAK pada kategori baik  yaitu 78,85 %. Berdasarkan hasil  penelitian  disimpulkan  bahwa pelaksanaan  TAK terhadap  kemampuan  pasien dalam  mengontrol  halusinasi dalam kategori  baik. Penulis  menyarankan  perawat untuk  melaksanakan  TAK  pada  semua  pasien  gangguan  jiwa  terutama  pada  pasien dengan halusinasi, sehingga proses penyembuhan cepat dan pasien dapat mengontrol dirinya  ketika  halusinasi datang  dan  tidak  menyebabkan  kerusakan  bagi lingkungannya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17435</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-26 15:36:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-27 15:31:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>