PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK BAHAN KERAMIK PORSELEN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LOKAL ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH WAKTU MILLING TERHADAP KARAKTERISTIK BAHAN KERAMIK PORSELEN MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LOKAL ACEH


Pengarang

AYU ULANDARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1108102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh waktu milling terhadap karakteristik
bahan keramik porselen menggunakan bahan baku lokal Aceh dengan menggunakan
variasi waktu milling yaitu 0 jam (unmilling), 5 jam, 10 jam, dan 15 jam. Penelitian
ini dilakukan dengan karakterisasi menggunakan XRF dan XRD. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu miiling terhadap kekerasan dan
porositas bahan keramik porselen menggunakan bahan lokal yang terdapat di Aceh,
yaitu berupa campuran bahan feldspar, kaolin, dan pasir kuarsa. Sampel uji dibuat
dalam bentuk pellet dan dibakar dengan suhu 1000
o
C, pengujian kekerasan dilakukan
menggunakan Vickers Hardness Test. Dari hasil penelitian diketahui bahwa nilai
kekerasan yang tertinggi ditunjukkan oleh sampel keramik porselen menggunakan
bahan baku lokal Aceh dengan waktu milling selama 15 jam dengan nilai kekerasan
rata-rata 387,035 kgf/mm
2
. Sedangkan nilai kekerasan yang terendah ditunjukkan
oleh sampel keramik porselen menggunakan waktu milling selama 0 jam (unmilling)
dengan nilai kekerasan rata-rata 205,475 kgf/mm
2
. Perbedaan kekerasan ini
dikarenakan sampel keramik yang tidak mengalami proses milling memiliki ukuran
butir yang lebih kasar dibandingkan dengan sampel keramik porselen yang
mengalami proses milling memiliki ukuran butir yang lebih halus sehingga ikatan
antar butir lebih kuat. Hasil karakterisasi menggunakan XRD menujukkan pada setiap
sampel, menghasilkan senyawa SiO
2
yang intesitas yang lebih tinggi. Sementara itu
pengujian porositas dengan melakukan perendaman dalam aqudes selama 24 jam
menunjukkan bahwa sampel dengan waktu selama 15 jam milling memiliki nilai
porositas yang lebih rendah dibandingkan dengan sampel yang waktu millingnya
kurang dari 15 jam maupun sampel yang tidak mengalami proses milling.
Kata kunci: keramik porselen, proses milling, kekerasan, porositas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK