<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17339">
 <titleInfo>
  <title>INVENTARISASI DAN STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN GADUNG (DIOSCOREA SPP.) DI KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanny Herzegovina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang jumlah jenis gadung (Dioscorea spp.) yang terdapat di Kabupaten Aceh Utara dan mendapatkan informasi etnobotani masing-masing jenis tersebut. Penelitian yang dilakukan dari bulan April hingga September 2015 ini menggunakan metode survey eksploratif dan dokumentatif untuk inventarisasi, metode purposive sampling untuk pemilihan lokasi penelitian serta metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan snowball sampling untuk studi etnobotani. Penelitian dilakukan di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis tumbuhan gadung yang terdapat di Aceh Utara yaitu Dioscorea alata, Dioscorea bulbifera, dan Dioscorea hispida. Jenis D. alata dan D. hispida merupakan gadung yang digunakan sebagai bahan pangan dan obat-obatan. Terdapat 18 total cara pengolahan D. alata dan D. hispida. 13 cara pengolahan pangan dan 13 cara pengolahan untuk mengobati penyakit. Jumlah pangan yang dihasilkan dari pengolahan umbi D.alata sebanyak 10 jenis masakan sedangkan pengolahan umbi D. hispida menghasilkan sebanyak 3 jenis masakan. Jumlah penyakit yang dapat diobati dari hasil pengolahan umbi D.alata sebanyak 7 jenis penyakit sedangkan hasil pengolahan umbi D. hispida dapat mengobati 2 jenis penyakit. Selain sebagai obat dan pangan D. alata digunakan sebagai pewarna makanan alami sedangkan D. hispida digunakan sebagai pengeras getah karet serta racun ikan. D. bulbifera tidak dimanfaatkan oleh masyarakat di Kabupaten Aceh Utara.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ETHNOBOTANY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIOSCOREACEAE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CASSAVA - BOTANY</topic>
 </subject>
 <classification>584.357</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17339</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-22 11:07:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-23 09:53:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>