<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17331">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yulifhirmarijal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan kompetensi guru adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas. Salah satu kompetensi yang dimaksudkan adalah kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media untuk menunjang proses belajar mengajar. Konsep ini sejalan dengan konsep Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), khususnya pada bagian Technological Content Knowledge (TCK). Guru PPL sebagai calon tenaga pengajar masa depan dituntut untuk menguasai teknologi dengan baik demi menciptakan proses belajar mengajar yang lebih mudah, menarik dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan TCK guru PPL dalam menyampaikan materi pembelajaran di sekolah latihan masing-masing. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 4 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika yang mengikuti PPL di SMAN 3 Banda Aceh (selanjutnya diberi kode G3), SMAN 4 Banda Aceh (selanjutnya diberi kode G4), SMAN 5 Banda Aceh (selanjutnya diberi kode G5), dan SMAN 8 Banda Aceh (selanjutnya diberi kode G8). Data dikumpulkan dengan observasi di mana terdapat dua observer untuk setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi guru PPL atau Content Knowledge (CK) bervariasi di mana kemampuan CK G3 mencapai 61% dan dikategorikan baik, kemampuan CK G4 mencapai 81% dengan kategori sangat baik, kemampuan CK G5 mencapai 53% dikategorikan cukup baik serta kemampuan CK G8 mencapai 70% dikategorikan baik. Untuk kemampuan penguasaan media teknologi guru PPL atau Technological Knowledge (TK), secara keseluruhan guru PPL dikategorikan baik di mana kemampuan TK G3 adalah 66%, kemampuan TK G4 adalah 80%, kemampuan TK G5 adalah 63% dan kemampuan TK G8 adalah 77%. Untuk kemampuan Technological Content Knowledge (TCK), G3 mencapai 63%, G4 mencapai 80% dan G8 mencapai 67%, ketiganya termasuk dalam kategori baik. Kemampuan TCK G5 mencapai 60% dan dikategorikan cukup baik.&#13;
&#13;
Kata kunci: Content Knowledge, Technology Knowledge, Technological Content Knowledge, guru PPL</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17331</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-21 23:22:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-29 15:28:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>