Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES : REPRESENTASI PERAN ANAK PEREMPUAN DALAM KEBUDAYAAN BATAK PADA FILM “NGERI-NGERI SEDAP”
Pengarang
Rizka Fadhillah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nadia Muharman - 198410082024212001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110102010022
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : .,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Film Ngeri-ngeri sedap merupakan film yang mengangkat realitas kehidupan keluarga Batak dengan memperlihatkan nilai-nilai budaya, relasi keluarga, serta adanya pembagian peran yang sangat kontras antara laki-laki dan perempuan terkait ruang gerak. Dalam kebudayaan Batak, khususnya anak perempuan seringkali ditempatkan pada ranah domestik dan diharapkan mampu menjadi penengah konflik keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran anak perempuan dalam kebudayaan Batak pada film ngeri-ngeri sedap menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang menganalis makna melalui tiga tingkatan yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian diambil dari 8 scene yang akan diteliti berupa dialog, ekspresi, dan gestur dalam film yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria : (1) dialog yang menampilkan tokoh anak perempuan dalam film ngeri-ngeri sedap, (2) dialog yang memuat representasi peran anak perempuan dalam konteks keluarga dan budaya Batak (3) dialog yang menunjukkan relasi anak perempuan dengan orangtua dan anggota keluarga serta (4) unsur-unsur yang mengandung tanda-tanda yang berkaitan dengan nilai dan norma kebudayaan Batak. Analisis terhadap scene terpilih menunjukkan pada tingkat denotasi, scene 1 merepresentasikan kewajiban anak perempuan melalui merawat orangtua, scene 2 dan 3 mempresentasikan sarma menyembunyikan beban emosional, scene 4-8 mempresentasikan Sarma melawan posisi keterpurukan nya sebagai anak perempuan dalam keluarga Batak dan berani menyuarakan ketidakadilan dan kepatuhannya. Pada tingkat konotasi, tindakan tersebut menunjukkan adanya tuntutan kepatuhan, pengorbanan, dan tanggung jawab anak perempuan. Sementara itu pada tingkat mitos, film ini menunjukkan pandangan bahwa anak perempuan dalam budaya Batak diharapkan mampu menjaga keharmonisan keluarga, menghormati orangtua, dan mengutamakan kepentingan keluarga diatas kepentingan pribadi. Representasi tersebut memperlihatkan makna perempuan adalah hasil dari konstruksi sosial budaya, dan menempatkan anak perempuan pada tanggung jawab kepada orangtua meskipun film ini juga menghadirkan negoisasi terhadap nilai-nilai tersebut melalui sikap perlawanan atas kepatuhan dan keterpaksaan tokoh anak perempuan. Kesimpulan penelitian ini bahwa representasi anak perempuan dalam film ngeri-ngeri sedap bukan sekedar potret social masyarakat Batak, melainkan sebuah kritik tajam terhadap mitos kultural yang membatasi potensi dan ruang gerak anak perempuan.
Kata kunci ; Anak perempuan, Kebudayaan Batak, Semiotika Roland Barthes, Film Ngeri-Ngeri Sedap
The film *Ngeri-Ngeri Sedap* portrays the realities of Batak family life, highlighting cultural values, family relationships, and the stark contrast in gender roles regarding spheres of activity. In Batak culture, daughters are often confined to the domestic realm and expected to act as mediators in family conflicts. This study aims to analyze the representation of the daughter's role in Batak culture within the film using Roland Barthes' semiotic theory, which examines meaning across three levels: denotation, connotation, and myth. A descriptive qualitative method was employed. Data were drawn from eight selected scenes—analyzing dialogue, expressions, and gestures—based on the following criteria: (1) dialogue featuring the daughter character; (2) dialogue representing the daughter's role within the Batak family and cultural context; (3) dialogue illustrating the daughter's relationships with parents and family members; and (4) elements containing signs related to Batak cultural values and norms. Analysis of the selected scenes reveals that, at the denotative level, Scene 1 represents a daughter's obligation to care for her parents; Scenes 2 and 3 depict Sarma concealing her emotional burden; and Scenes 4 through 8 show Sarma challenging her subordinate position as a daughter in a Batak family, daring to speak out against injustice and the expectations of obedience. At the denotative level, the daughter character embodies the roles of guardian of the home and caretaker of parents, while also being required to yield to her brothers, who are granted the freedom to migrate for work. At the connotative level, these actions reflect societal demands for obedience, sacrifice, responsibility, and loyalty from daughters toward their families. Meanwhile, at the level of myth, the film illustrates the cultural expectation that Batak daughters must maintain family harmony, respect their parents, and prioritize family interests over their own. The representation reveals that the meaning of "womanhood" is a product of socio-cultural construction and places the burden of responsibility toward parents upon daughters; however, the film also presents a negotiation of these values through the daughter character's resistance against enforced obedience. The study concludes that the representation of the daughter in the film *Ngeri-Ngeri Sedap* is not merely a social portrait of Batak society, but a sharp critique of cultural myths that constrain the potential and agency of daughters. Keywords: Daugther, Culture of Bataknese, Roland Barthes Semiotic, Film Ngeri-Neri Sedap
REPRESENTASI KECANTIKAN PEREMPUAN DALAM FILM IMPERFECT: KARIER, CINTA, DAN TIMBANGAN (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) (NURUL HUDA, 2021)
REPRESENTASI PESAN MORAL ISLAM DALAM FILM HIJRAH CINTA (Marhamah, 2016)
REPRESENTASI FATHERHOOD DALAM FILM KELUARGA CEMARA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) (ZAN JABILA, 2026)
CITRA PEREMPUAN DALAM FILM BUYA HAMKA (ANALISIS SEMIOTIKA PADA FILM BUYA HAMKA VOL.1) (Fairuz Cahyati Asri, 2025)
REPRESENTASI DISKRIMINASI PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO. 7 VERSI INDONESIA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) (SYIFA NABILA, 2025)