ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI GOGO DI KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI GOGO DI KOTA SABANG


Pengarang

PUTRI AZZAHRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Agustina Arida - 196908171997022001 - Dosen Pembimbing I
Cut Faradilla - 197409232000032006 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205102010028

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Padi gogo merupakan strategi alternatif untuk mendukung swasembada pangan nasional karena dapat dibudidayakan di lahan kering tanpa irigasi teknis. Kota Sabang, sebagai wilayah kepulauan dengan karakteristik lahan kering tadah hujan, memiliki potensi besar untuk pengembangan padi gogo. Namun demikian, produktivitas padi gogo di Kota Sabang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil varietas unggul Inpago 13 Fortiz yang digunakan petani setempat. Kondisi ini diduga disebabkan oleh penggunaan faktor produksi yang belum optimal dan belum efisien.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi yang meliputi luas lahan, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja terhadap produksi padi gogo serta mengukur tingkat efisiensi ekonomis penggunaan faktor-faktor produksi tersebut. Penelitian dilakukan pada seluruh kecamatan di Kota Sabang, yaitu Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue, menggunakan metode sensus terhadap 51 petani responden. Analisis data menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas melalui regresi linear berganda, serta pendekatan Nilai Produk Marginal terhadap harga input (NPM/Px) untuk menilai efisiensi ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kelima faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi padi gogo, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 73,8%. Secara parsial, luas lahan berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan benih, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan. Pestisida tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap hasil produksi. Dari sisi efisiensi ekonomi, seluruh faktor produksi belum mencapai kondisi efisien (NPM/Px ≠ 1). Luas lahan dan pestisida tergolong tidak efisien sehingga penggunaannya perlu dikurangi, sementara benih,
pupuk, dan tenaga kerja tergolong belum efisien sehingga penggunaannya masih dapat ditingkatkan guna mencapai keuntungan maksimum.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar petani berfokus pada intensifikasi lahan yang sudah ada, meningkatkan penggunaan pupuk secara berimbang, menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT), serta melakukan penanaman serempak untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usahatani padi gogo di Kota Sabang.

Upland rice cultivation represents an alternative strategy to support national food self-sufficiency, as it can be grown on dry land without technical irrigation. Sabang City, an archipelagic region characterized by rain-fed dry land, holds significant potential for upland rice development. However, upland rice productivity in Sabang City remains low relative to the yield potential of the Inpago 13 Fortiz superior variety used by local farmers. This situation is attributed to the suboptimal and inefficient use of production factors. This study aims to analyze the impact of production factors—specifically land area, seeds, fertilizer, pesticides, and labor—on upland rice production and to measure the economic efficiency of their use. The research was conducted across all districts in Sabang City (Sukajaya, Sukakarya, and Sukamakmue) using a census method involving 51 respondent farmers. Data analysis employed the Cobb-Douglas production function via multiple linear regression, alongside the Marginal Value Product to input price (MVP/Px) ratio to assess economic efficiency. The results indicate that, collectively, the five production factors significantly influence upland rice production, with a coefficient of determination (R²) of 73.8%. Individually, land area had a significant negative effect, whereas seeds, fertilizer, and labor had significant positive effects. Pesticides showed no significant impact on production yield. Regarding economic efficiency, none of the production factors reached an efficient state (MVP/Px ≠ 1). Land area and pesticides were inefficient, suggesting a need to reduce their usage, while seeds, fertilizer, and labor were also inefficient but could be increased to maximize profit. Based on these findings, the study recommends that farmers focus on intensifying existing land use, increasing balanced fertilizer application, implementing Integrated Pest Management (IPM), and adopting synchronized planting to enhance the efficiency and productivity of upland rice farming in Sabang City.

Citation



    SERVICES DESK