Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMAKNAAN PENGGUNAAN HIJAB TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Citra Ayu Andini - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2210101010043
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Penerbit
Banda Aceh : FISIP Sosiologi., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
305.4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Hijab merupakan salah satu simbol identitas perempuan muslim yang memiliki
makna yang beragam dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan hijab tidak hanya
dipahami sebagai bentuk ketaatan terhadap ajaran agama, namun juga berkaitan
dengan identitas diri, pilihan personal, serta pengalaman sosial yang dialami oleh
setiap perempuan. Dalam konteks ini, Kota Banda Aceh merupakan daerah yang
menerapkan syariat Islam melalui Qanun Aceh No.11 Tahun 2002, namun masih
ditemukan perempuan muslim yang tidak menggunakan hijab atau
menggunakannya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana perempuan di Kota Banda Aceh memaknai
penggunaan hijab dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Fokus
analisis diarahkan pada pemaknaan penggunaan hijab yang sebenarnya terhadap
perempuan di Kota Banda Aceh. Informan penelitian adalah 6 (enam) perempuan
dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda yang dipilih secara purposive,
dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemaknaan yang
diberikan oleh perempuan, yaitu hijab sebagai identitas diri perempuan muslim,
hijab sebagai bentuk ketaatan dan perlindungan diri, hijab sebagai pilihan personal
yang lahir dari kesiapan dan kesadaran individu, serta hijab sebagai bentuk
pengekangan dan keterpaksaan yang didasarkan pada latar belakang kehidupan
perempuan. Keberagaman pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai
pengalaman sosial, lingkungan pertemanan dan pergaulan, budaya yang ada
dimasyarakat, serta penerapan syariat Islam dan Qanun di Kota Banda Aceh.
Penelitian ini menegaskan bahwa makna hijab bersifat personal dan terus
berkembang sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing perempuan.
Kata Kunci: Pemaknaan Hijab, Perempuan, Fenomenologi
ABSTRACT Hijab is one of the symbols of Muslim women’s identity that carries diverse meanings in society. The use of the hijab is not only understood as a form of obedience to Islamic teachings but is also associated with self-identity, personal choice, and the social experiences encountered by women. In this context, Banda Aceh is a region that implements Islamic law through Qanun Aceh No. 11 of 2002, however, there are still Muslim women who do not wear the hijab or wear it in ways that do not comply with the applicable regulations. This study aims to explore how women in Banda Aceh interpret the use of the hijab in their daily lives. The research employs a qualitative approach using Alfred Schutz’s phenomenological perspective. The analysis focuses on understanding the meanings that women in Banda Aceh attach to wearing the hijab. The study involved six female informants from diverse backgrounds, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal four main meanings attributed to the hijab; as a symbol of Muslim women’s identity, as a form of religious obedience and self-protection, as a personal choice arising from individual readiness and self-awareness, and as a form of restriction and compulsion shaped by women’s life experiences. These diverse interpretations are influenced by various factors, including social experiences, peer groups and social interactions, community culture, and the implementation of Islamic law and the Qanun in Banda Aceh. This study concludes that the meaning of the hijab is personal in nature and continues to evolve according to each woman’s life experiences. Keywords: Meaning of Hijab, Women, Phenomenology
PERAN FINANCIAL TECHNOLOGY, DIGITAL FINANCE DAN SOCIAL CAPITAL DALAM MEMEDIASI PENGARUH ISLAMIC FINANCIAL LITERACY TERHADAP ISLAMIC FINANCIAL INCLUSION DI KOTA BANDA ACEH (Putri Ghina Marla, 2023)
PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERSPEKTIF MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH KEPADA PEREMPUAN NON-MUSLIM YANG TIDAK MEMAKAI HIJAB (SANTA PERMATANTA, 2024)
PENGARUH RELIGIUSITAS DAN NORMA SUBYEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN HIJAB YANG DIMEDIASI OLEH KETERLIBATAN PAKAIAN HIJAB (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH) (Muhammad Ikhsan Ariansyah, 2018)
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN DEWAN DIREKSI, PROFITABILITAS, LEVERAGE TERHADAP ISLAMIC SOCIAL REPORTING PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA (DEDY SURIADI, 2025)
PENGARUH KEINOVATIFAN KONSUMEN, KETERLIBATAN FASHION, DAN KEBUTUHAN AKAN KEUNIKAN TERHADAP KEINGINAN UNTUK ADOPSI FASHION HIJAB DAN DAMPAKNYA TERHADAP AKTUAL ADOPSI FASHION HIJAB DI KOTA BANDA ACEH (CUT LANA KAUSARI, 2016)