MANAJEMEN PERAWATAN INFEKSI LUKA PASCA OPERASI OVARIOHISTEREKTOMI (OH) PADA KUCING BETINA (FELIS CATUS) RAS PERSIA DI RSHP SKHB IPB UNIVERSITY | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

MANAJEMEN PERAWATAN INFEKSI LUKA PASCA OPERASI OVARIOHISTEREKTOMI (OH) PADA KUCING BETINA (FELIS CATUS) RAS PERSIA DI RSHP SKHB IPB UNIVERSITY


Pengarang

RAIHAN RIYADHY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Juli Melia - 197701112008122002 - Dosen Pembimbing I
Siti Aisyah - 197809182006042003 - Penguji
Rizky Fitriana - 199503042024062002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2302001010016

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan / Prodi Kesehatan Hewan (D3)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Infeksi luka pascaoperasi ovariohisterektomi (OH) merupakan salah satu komplikasi yang dapat menghambat proses penyembuhan pada kucing. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengendalikan infeksi, mengurangi kerusakan jaringan, dan mempercepat proses penyembuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perawatan infeksi luka pascaoperasi OH serta mengetahui perkembangan proses penyembuhan luka pada kucing betina (Felis catus) ras Persia. Kegiatan dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University. Kasus yang diamati adalah kucing betina ras Persia bernama Cimit dengan berat badan 2,41 kg yang mengalami infeksi luka pascaoperasi OH. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan natif terhadap eksudat luka. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan adanya kemerahan, pembengkakan, peningkatan suhu lokal, nyeri, serta keluarnya cairan kekuningan yang disertai bau tidak sedap. Pemeriksaan natif menunjukkan adanya sel neutrofil, sel radang, bakteri, dan debris seluler yang mengindikasikan adanya infeksi bakteri pada luka. Manajemen perawatan dilakukan melalui pembersihan luka menggunakan larutan NaCl fisiologis 0,9%, pemberian antiseptik, terapi antibiotik, analgesik, terapi cairan intravena, serta pemberian obat topikal dan oral. Pemantauan kondisi luka dilakukan secara berkala untuk mengevaluasi perkembangan penyembuhan. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi luka yang ditandai dengan berkurangnya jaringan nekrotik dan peradangan, mengecilnya ukuran luka, terbentuknya jaringan granulasi, serta meningkatnya kondisi jaringan di sekitar luka. Berdasarkan hasil tersebut, manajemen perawatan luka secara rutin dan berkesinambungan dapat membantu mengendalikan infeksi dan mendukung proses penyembuhan luka pascaoperasi OH pada kucing.
Kata kunci: infeksi luka, ovariohisterektomi, perawatan luka, kucing Persia, penyembuhan luka.

Postoperative wound infection following ovariohysterectomy (OH) is one of the complications that may interfere with the wound healing process in cats. Proper management is required to control infection, reduce tissue damage, and accelerate the healing process. This study aimed to determine the management of postoperative wound infection following OH and to evaluate the progress of wound healing in a female Persian cat (Felis catus). The activity was conducted at the Veterinary Teaching Hospital, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences (SKHB), IPB University. The case involved a female Persian cat named Cimit, weighing 2.41 kg, which developed a postoperative wound infection following OH. The examinations performed included anamnesis, clinical examination, and a supporting examination using a native examination of wound exudate. Clinical examination revealed redness, swelling, increased local temperature, pain, and yellowish discharge accompanied by an unpleasant odor. The native examination revealed neutrophils, inflammatory cells, bacteria, and cellular debris, indicating a bacterial infection in the wound. Wound management consisted of wound cleansing using 0.9% physiological saline solution, administration of antiseptic, antibiotic therapy, analgesic therapy, intravenous fluid therapy, and topical and oral medication. The wound condition was monitored regularly to evaluate the healing process. The results showed improvement in the wound condition, characterized by a reduction in necrotic tissue and inflammation, a decrease in wound size, formation of granulation tissue, and improvement in the surrounding tissue condition. Based on these results, routine and continuous wound management can help control infection and support the healing process of postoperative OH wounds in cats. Keywords: wound infection, ovariohysterectomy, wound management, Persian cat, wound healing.

Citation



    SERVICES DESK