PERAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHANRNSTUNTING DI GAMPONG COT YANG KECAMATANRNKUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHANRNSTUNTING DI GAMPONG COT YANG KECAMATANRNKUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

NURUL NAZIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zulfan - 196107081989101001 - Dosen Pembimbing I
Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Penguji
Dara Fatia, M.Sos - 199510312022032008 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : FISIP Sosiologi., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kader Posyandu merupakan aktor sosial kunci dalam sistem kesehatan masyarakat
di tingkat desa, termasuk dalam upaya pencegahan stunting. Di Gampong Cot
Yang, kader Posyandu memainkan peran strategis yang tidak hanya bersifat tekniskesehatan,
tetapi
juga
dikonstruksi
secara
sosial
oleh
masyarakat,
pemerintah,
dan

sistem

kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader
Posyandu dalam pencegahan stunting di Gampong Cot Yang dari perspektif
sosiologi, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi kader dalam menjalankan
perannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologis untuk menggambarkan secara mendalam praktik sosial kader
Posyandu di lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader Posyandu
di Gampong Cot Yang telah menjalankan perannya dalam pencegahan stunting
melalui empat kegiatan utama, yaitu edukasi dan penyuluhan, konseling gizi
keluarga, pemantauan pertumbuhan anak, dan pemberian makanan tambahan
(PMT). Dalam pandangan sosiologi, kader bukan sekadar tenaga sukarela biasa,
melainkan aktor sosial yang perannya dibentuk bersama oleh masyarakat,
pemerintah, dan sistem kesehatan, didukung oleh Peraturan Bupati Aceh Besar
Nomor 07 Tahun 2024 serta keterlibatan mahasiswa dari UBBG, Unayah, dan USK
Banda Aceh. Walaupun demikian, penelitian ini menemukan bahwa kader
menanggung tekanan peran yang cukup besar akibat empat hambatan utama, yaitu
belum adanya program kunjungan rumah, beredarnya hoaks imunisasi, jadwal
penyuluhan yang tidak terencana dengan baik, dan minimnya insentif. Temuan ini
memperlihatkan adanya ironi sosiologis, yaitu keluarga yang paling membutuhkan
bantuan justru paling sulit dijangkau oleh sistem layanan kesehatan. Penelitian ini
menghasilkan novelty bahwa efektivitas pencegahan stunting tidak cukup hanya
bergantung pada semangat dan dedikasi kader, tetapi sangat ditentukan oleh
kekuatan sistem sosial di sekelilingnya, mulai dari regulasi, anggaran, data
kependudukan, hingga koordinasi lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan
penguatan dukungan pemerintah desa, penyusunan jadwal kerja kader yang
terstruktur, peningkatan pelatihan dan insentif kader oleh dinas kesehatan, serta
perluasan cakupan penelitian pada masa mendatang.
Kata Kunci: Kader Posyandu, Stunting, Peran Sosial, Gampong Cot Yang,
Metode Kualitatif.

ABSTRACT Posyandu cadres serve as key social actors within the community health system at the village level, particularly in stunting prevention efforts. In Gampong Cot Yang, Posyandu cadres play a strategic role that is not merely technical in nature but is also socially constructed through the interplay of community expectations, government policies, and the broader health system. This study aims to analyze the role of Posyandu cadres in stunting prevention in Gampong Cot Yang from a sociological perspective and to identify the challenges faced by cadres in fulfilling their roles. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach to provide an in-depth description of the social practices of Posyandu cadres in the field. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Posyandu cadres in Gampong Cot Yang have carried out their roles in stunting prevention through four main activities: health education and outreach, family nutrition counseling, child growth monitoring, and supplementary feeding (PMT). From a sociological standpoint, cadres are not merely ordinary volunteers but social actors whose roles are collectively shaped by the community, government, and health system, supported by the Aceh Besar Regent Regulation Number 07 of 2024 and the involvement of students from UBBG, Unayah, and USK Banda Aceh. Nevertheless, this study found that cadres bear considerable role pressure due to four key obstacles: the absence of a home visit program, the spread of immunization misinformation, poorly planned outreach schedules, and insufficient incentives. These findings reveal a sociological irony in which the families most in need of assistance are precisely those hardest to reach by the health service system designed to serve them. This study produces a significant novelty: the effectiveness of stunting prevention cannot rely solely on the enthusiasm and dedication of cadres, but is greatly determined by the strength of the surrounding social system, encompassing regulation, budget allocation, population data, and cross-sector coordination. This study recommends strengthening village government support, establishing structured cadre work schedules, improving cadre training and incentives by the health department, and expanding the scope of future research. Keywords: Posyandu Cadres, Stunting, Social Role, Gampong Cot Yang, Qualitative Method.

Citation



    SERVICES DESK