IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN KARAKTER MORFOMETRIK CUMI-CUMI (UROTEUTHIS DUVAUCELII) DI PERAIRAN UTARA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI MORFOLOGI DAN KARAKTER MORFOMETRIK CUMI-CUMI (UROTEUTHIS DUVAUCELII) DI PERAIRAN UTARA ACEH


Pengarang

MUHAMMAD FARHAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Adrian Damora - 198711012018031001 - Dosen Pembimbing I
Mutia Ramadhaniaty - 199103272023212039 - Dosen Pembimbing II
Nur Fadli - 198011292003121001 - Penguji
Chitra Octavina - 198910202015042001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2211101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan / Prodi Ilmu Kelautan (S1)., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

594.58

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cumi-cumi Uroteuthis duvaucelii merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, termasuk Perairan Utara Aceh. Namun, informasi ilmiah mengenai karakter morfologi dan morfometrik spesies ini di wilayah tersebut masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi dan karakter morfometrik cumi-cumi Uroteuthis duvaucelii di Perairan Utara Aceh, serta menentukan pola hubungan panjang mantel dan berat tubuh. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2025 di dua lokasi, yaitu Pulo Aceh dan Banda Aceh. Sebanyak 68 sampel cumi-cumi (30 individu dari Pulo Aceh dan 38 individu dari Banda Aceh) diidentifikasi dan diukur karakter morfometriknya menggunakan metode morfometrik tradisional, yang dipilih karena kesederhanaannya dalam mengukur karakter morfometrik dasar secara langsung dan telah banyak digunakan dalam penelitian sejenis. Analisis hubungan panjang mantel dan berat tubuh menggunakan regresi linear dengan persamaan W = aLb. Hasil identifikasi morfologi menunjukkan bahwa cumi-cumi yang diperoleh termasuk dalam spesies Uroteuthis duvaucelii dengan ciri-ciri mantel silindris memanjang, sirip belah ketupat, warna krem kemerahan, serta dilengkapi delapan lengan pendek dan dua tentakel panjang. Secara morfometrik, cumi-cumi dari Banda Aceh cenderung memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan Pulo Aceh, dengan rata-rata panjang mantel 85,8 mm (Banda Aceh) dan 83,1 mm (Pulo Aceh). Sebaran ukuran panjang mantel di Banda Aceh (58-113 mm) lebih besar dibandingkan Pulo Aceh (71-100 mm), dengan frekuensi tertinggi masing-masing pada kelas 82-89 mm (14 individu) dan 76-80 mm (10 individu). Hubungan panjang mantel dan berat tubuh menunjukkan pola alometrik negatif dengan nilai b = 2,7631 (Pulo Aceh) dan b = 2,3955 (Banda Aceh), yang berarti pertambahan panjang mantel lebih dominan dibandingkan pertambahan berat tubuh. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,7605 (Pulo Aceh) dan 0,7740 (Banda Aceh) menunjukkan bahwa hubungan panjang-berat tergolong kuat.

Kata Kunci : Uroteuthis duvaucelii, morfologi, morfometrik, alometrik negatif, Perairan Utara Aceh

The squid Uroteuthis duvaucelii is one of the economically valuable fishery commodities widely found in Indonesian waters, including the Northern Waters of Aceh. However, scientific information regarding the morphological and morphometric characteristics of this species in the region remains very limited. This study aims to identify the morphology and morphometric characteristics of the squid Uroteuthis duvaucelii in the Northern Waters of Aceh, as well as to determine the pattern of the relationship between mantle length and body weight. Sampling was conducted from August to December 2025 at two locations, namely Pulo Aceh and Banda Aceh. A total of 68 squid samples (30 individuals from Pulo Aceh and 38 individuals from Banda Aceh) were identified and their morphometric characters were measured using traditional morphometric methods, which were chosen for their simplicity in measuring basic morphometric characters directly and have been widely used in similar studies. The analysis of the relationship between mantle length and body weight used linear regression with the equation W = aLb. The morphological identification results showed that the squids obtained belonged to the species Uroteuthis duvaucelii with characteristic elongated cylindrical mantle, rhomboid fins, reddish cream color, and equipped with eight short arms and two long tentacles. Morphometrically, squids from Banda Aceh tended to have larger body sizes compared to those from Pulo Aceh, with average mantle lengths of 85.8 mm (Banda Aceh) and 83.1 mm (Pulo Aceh). The mantle length size distribution in Banda Aceh (58-113 mm) had a wider range compared to Pulo Aceh (71-100 mm), with the highest frequencies in the 82-89 mm class (14 individuals) and 76-80 mm class (10 individuals), respectively. The relationship between mantle length and body weight showed a negative allometric pattern with b = 2.7631 (Pulo Aceh) and b = 2.3955 (Banda Aceh), indicating that mantle length growth is more dominant than body weight gain. The coefficient of determination (R²) of 0.7605 (Pulo Aceh) and 0.7740 (Banda Aceh) indicated a strong length-weight relationship. Keywords: Uroteuthis duvaucelii, morphology, morphometrics, negative allometry, Northern Waters of Aceh

Citation



    SERVICES DESK