EFEKTIVITAS TEPUNG KEONG SAWAHRN(PILA AMPULLACEA) PADA FORMULASI PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS TEPUNG KEONG SAWAHRN(PILA AMPULLACEA) PADA FORMULASI PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO)


Pengarang

ZITA JULIA PUTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Maulida - 199411092021022101 - Dosen Pembimbing I
Wuni Alfionita - 199708182024062003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211102010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan Budidaya Perairan (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun, salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya adalah tingginya biaya pakan yang sebagian besar masih bergantung pada tepung ikan sebagai sumber protein utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tepung keong sawah dalam pertumbuhan dan sintasan benih ikan mas. Penelitian dilaksanakan selama 40 hari menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P1 (0% tepung keong sawah), P2 (25% tepung keong sawah), P3 (50% tepung keong sawah), P4 (75% tepung keong sawah), dan P5 (100% tepung keong sawah sebagai pengganti tepung ikan). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Feed Conversion Ratio (FCR), Specific Growth Rate (SGR), dan Survival Rate (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung keong sawah dalam formulasi pakan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap sintasan benih ikan mas. Perlakuan terbaik diperoleh pada P5 dengan nilai pertumbuhan berat mutlak sebesar 4,57±0,05 g, panjang mutlak 1,13±0,14 cm, FCR 1,00±0,06, dan SGR 3,95±0,06% per hari. Nilai sintasan tertinggi juga diperoleh pada P5 yaitu 90,0±8,16%, meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran optimal dengan suhu 27,80–28,05°C, pH 7,10–7,25, DO 5,20–5,55 mg/L, dan amonia 0,010–0,013 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian, tepung keong sawah berpotensi digunakan sebagai pengganti tepung ikan hingga 100% dalam formulasi pakan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan mas.

Kata kunci: ikan mas, tepung keong sawah, pertumbuhan, sintasan, protein pakan.

ABSTRACT Common carp (Cyprinus carpio) is a freshwater fishery commodity of high economic value that is widely cultivated in Indonesia. However, a major challenge in its cultivation is the high cost of feed, which largely relies on fish meal as the primary protein source. This study aimed to determine the effectiveness of rice field snail meal on the growth and survival of common carp fry. The study was conducted over 40 days using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replicates. The treatments tested were P1 (0% snail meal), P2 (25% snail meal), P3 (50% snail meal), P4 (75% snail meal), and P5 (100% snail meal as a substitute for fish meal). Observed parameters included absolute weight growth, absolute length growth, Feed Conversion Ratio (FCR), Specific Growth Rate (SGR), and Survival Rate (SR). The results showed that the inclusion of rice field snail meal in the feed formulation had a significant effect (P0.05) the survival rate of the fry. The best results were obtained with treatment P5, yielding absolute weight growth of 4.57±0.05 g, absolute length growth of 1.13±0.14 cm, FCR of 1.00±0.06, and SGR of 3.95±0.06% per day. The highest survival rate was also observed in P5 at 90.0±8.16%, although this did not differ significantly from the other treatments. Water quality parameters remained within optimal ranges throughout the study: temperature 27,80–28,05°C, pH 7,10–7,25, DO 5,20–5,55 mg/L, dan amonia 0,010–0,013 mg/L.. Research results indicate that rice-field snail meal has the potential to replace fish meal by up to 100% in feed formulations to enhance the growth of common carp fry. Keywords: common carp, rice-field snail meal, growth, survival, dietary protein.

Citation



    SERVICES DESK