ANALISIS PENERAPAN PEMBAYARAN NON TUNAI PADA  USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SMART CITY DI KOTARN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENERAPAN PEMBAYARAN NON TUNAI PADA  USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SMART CITY DI KOTARN BANDA ACEH


Pengarang

ELSA MANORA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210104010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya digitalisasi sistem pembayaran sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital dalam mendukung implementasi konsep smart city di Kota Banda Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Bank Indonesia telah mendorong penerapan pembayaran non tunai pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkuat dimensi smart economy. Meskipun penggunaan pembayaran non tunai terus meningkat, implementasinya pada UMKM belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembayaran non tunai pada UMKM di Kota Banda Aceh sebagai upaya mendukung smart city serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerapannya. Penelitian ini menggunakan Technology, Organization, and Environment (TOE) Framework dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembayaran non tunai pada UMKM di Kota Banda Aceh telah berjalan cukup baik. Implementasi tersebut didukung oleh ketersediaan infrastruktur teknologi, kemudahan penggunaan layanan pembayaran digital, dukungan pemerintah, serta kebijakan yang mendorong digitalisasi transaksi. Namun, masih terdapat kendala berupa rendahnya literasi digital sebagian pelaku UMKM, kebiasaan masyarakat yang masih menggunakan uang tunai, keterbatasan pemanfaatan teknologi, serta belum meratanya sosialisasi dan pendampingan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM melalui peningkatan literasi digital, pendampingan, serta penguatan ekosistem pembayaran non tunai untuk mendukung terwujudnya dimensi smart economy dalam implementasi smart city di Kota Banda Aceh.
Kata Kunci: Pembayaran Non Tunai; UMKM; Smart City;.

This study was motivated by the increasing digitization of payment systems as part of the digital economic transformation to support the implementation of the smart city concept in Banda Aceh. The Banda Aceh City Government, in collaboration with Bank Indonesia, has been promoting the adoption of cashless payments among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to strengthen the smart economy. Although the use of cashless payments continues to rise, their implementation among MSMEs has not yet been fully optimized due to various influencing factors. This study aims to analyze the adoption of cashless payments among MSMEs in Banda Aceh as an effort to support the smart city initiative and to identify the factors influencing its adoption. This study employs the Technology, Organization, and Environment (TOE) Framework using a qualitative approach and a descriptive research design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion-drawing techniques. The results indicate that the adoption of cashless payments among SMEs in Banda Aceh has been proceeding fairly well. This adoption is supported by the availability of technological infrastructure, the ease of using digital payment services, government support, and policies that encourage the digitization of transactions. However, challenges remain, including low digital literacy among some MSME operators, the public’s continued preference for cash, limited utilization of technology, and the uneven distribution of outreach and guidance. Therefore, sustained collaboration between the government, financial institutions, and SME operators is needed through improved digital literacy, guidance, and the strengthening of the cashless payment ecosystem to support the realization of the “smart economy” dimension in the implementation of the smart city initiative in Banda Aceh. Keywords: Cashless Payments; MSMEs; Smart City;.

Citation



    SERVICES DESK