Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
NILAI EKONOMI KARBON DI STASIUN PENELITIAN SORAYA,RNKECAMATAN SULTAN DAULAT, KOTA SUBULUSSALAM
Pengarang
KEKE AMELIA MAHA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I
Ir. Dahlan - 197610062006041003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
250920004100012
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Konservasi Sumber Daya Lahan (S2) / PDDIKTI : 54153
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Konservasi Sumberdaya Lahan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
khususnya karbon dioksida (CO₂), telah menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan lingkungan. Hutan tropis berperan penting sebagai penyerap (carbon sink) dan penyimpan karbon (carbon storage) melalui proses fotosintesis, sehingga mampu mengurangi akumulasi karbon di atmosfer. Selain memberikan manfaat ekologis, cadangan karbon yang tersimpan dalam ekosistem hutan memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan melalui mekanisme Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan perdagangan karbon. Stasiun Penelitian Soraya yang berada di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam merupakan kawasan hutan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan potensi penyimpanan karbon yang besar. Namun, informasi mengenai besarnya cadangan karbon dan nilai ekonomi karbon kawasan tersebut masih terbatas sehingga diperlukan penelitian untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan menganalisis cadangan karbon serta menghitung nilai ekonomi karbon di Stasiun Penelitian Soraya.
Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 hingga Mei 2026 menggunakan metode purposive sampling pada 25 plot pengamatan yang mewakili kawasan penelitian seluas 500 ha. Estimasi cadangan karbon dilakukan pada lima komponen, yaitu tegakan di atas permukaan tanah, tegakan bawah permukaan tanah, semai, karbon organik tanah, dan serasah. Perhitungan biomassa menggunakan persamaan allometrik yang sesuai untuk masing-masing komponen vegetasi, sedangkan kandungan karbon dihitung berdasarkan faktor konversi standar. Nilai ekonomi karbon dihitung melalui konversi cadangan karbon ke satuan tCO₂e dengan mengacu pada harga karbon pasar sukarela (voluntary carbon market) sebesar Rp144.000/tCO₂e dan pasar wajib (compliance carbon market) sebesar Rp58.000/tCO₂e.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cadangan karbon di Stasiun Penelitian Soraya mencapai 544,803 ton C ha⁻¹ atau setara dengan 1.999,42 tCO₂e ha⁻¹. Komponen penyumbang cadangan karbon terbesar berasal dari tegakan di atas permukaan tanah sebesar 268,600 ton C ha⁻¹, diikuti serasah sebesar 90,580 ton C ha⁻¹, tegakan bawah permukaan tanah sebesar 82,494 ton C ha⁻¹, karbon organik tanah sebesar 81,864 ton C ha⁻¹, dan semai sebesar 21,265 ton C ha⁻¹. Berdasarkan cadangan karbon tersebut, diperoleh estimasi nilai ekonomi karbon sebesar Rp287.917.489 ha⁻¹ pada pasar sukarela dan Rp115.988.767 ha⁻¹ pada pasar wajib. Dengan luas kawasan penelitian 500 ha, total potensi nilai ekonomi karbon diperkirakan mencapai sekitar Rp143,96 miliar pada pasar sukarela dan Rp57,99 miliar pada pasar wajib. Tingginya cadangan karbon dan nilai ekonomi yang dihasilkan menunjukkan bahwa Stasiun Penelitian Soraya memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon alami sekaligus aset ekonomi berbasis jasa lingkungan. Temuan ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan pengelolaan kawasan, pengembangan skema perdagangan karbon, serta mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Kata kunci: biomassa; cadangan karbon; hutan tropis; Kawasan Ekosistem Leuser; nilai ekonomi karbon.
Global climate change driven by increasing concentrations of greenhouse gases, particularly carbon dioxide (CO₂), has become one of the major challenges in environmental management. Tropical forests play a crucial role as carbon sinks and carbon storage systems through the process of photosynthesis, thereby reducing the accumulation of atmospheric carbon. In addition to providing ecological benefits, the carbon stocks stored within forest ecosystems possess significant economic value that can be utilized through Carbon Economic Value (CEV) mechanisms and carbon trading schemes. The Soraya Research Station, located within the Leuser Ecosystem Area (LEA) in Sultan Daulat District, Subulussalam City, is a tropical forest with exceptionally high biodiversity and substantial carbon storage potential. However, information regarding its carbon stock and carbon economic value remains limited, highlighting the need for research to support sustainable forest management and climate change mitigation. This study aimed to analyze carbon stocks and estimate the carbon economic value of the Soraya Research Station. The research was conducted from October 2025 to May 2026 using a purposive sampling method across 25 observation plots representing a 500-ha study area. Carbon stock estimation was carried out for five ecosystem components, namely aboveground biomass, belowground biomass, seedlings, soil organic carbon, and litter. Biomass was estimated using appropriate allometric equations for each vegetation component, while carbon content was calculated using standard carbon conversion factors. The carbon economic value was determined by converting carbon stocks into tCO₂e and applying carbon prices from the voluntary carbon market (VCM) of IDR 144,000 tCO₂e⁻¹ and the compliance carbon market (CCM) of IDR 58,000 tCO₂e⁻¹. The results showed that the total carbon stock of the Soraya Research Station reached 544.803 t C ha⁻¹, equivalent to 1,999.42 tCO₂e ha⁻¹. The largest contribution to total carbon stock was derived from aboveground biomass (268.600 t C ha⁻¹), followed by litter (90.580 t C ha⁻¹), belowground biomass (82.494 t C ha⁻¹), soil organic carbon (81.864 t C ha⁻¹), and seedlings (21.265 t C ha⁻¹). Based on these carbon stocks, the estimated carbon economic value was IDR 287,917,489 ha⁻¹ under the voluntary carbon market and IDR 115,988,767 ha⁻¹ under the compliance carbon market. For the entire 500-ha study area, the total potential carbon economic value was estimated at approximately IDR 143.96 billion under the voluntary market and IDR 57.99 billion under the compliance market. The high carbon stock and its associated economic value indicate that the Soraya Research Station plays a strategic role as a natural carbon reservoir while also representing a valuable environmental asset. These findings provide a scientific basis for developing forest management policies, promoting carbon trading schemes, and supporting greenhouse gas emission reduction targets as well as sustainable forest management. Keywords: aboveground biomass; carbon economic value; carbon stock; Leuser Ecosystem Area; tropical forest
MOTIVASI GURU DALAM MENGAJAR PENJASSD NEGERI KECAMATAN SULTAN DAULAT RNKOTA SUBULUSSALAM (Marzuki, 2015)
NILAI EKONOMI KARBON DI STASIUN PENELITIAN SORAYA,RNKECAMATAN SULTAN DAULAT, KOTA SUBULUSSALAM (KEKE AMELIA MAHA, 2026)
PENYELESAIAN SENGKETA PEMBAGIAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM ADAT SUKU PAKPAK DI KECAMATAN SULTAN DAULAT KOTA SUBULUSSALAM (ZULIADI, 2018)
PERFORMANS REPRODUKSI SAPI ACEH BETINA DI KOTA SUBULUSSALAM PROVINSI ACEH (Erlisa Rahma, 2017)
KARAKTERISTIK POLA SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND (CG) DI WILAYAH SUBULUSSALAM (Anang Heriyanto, 2019)