SYARIAT ISLAM DI ACEH DALAM LIPUTAN KHUSUS MAJALAH TEMPO (ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SYARIAT ISLAM DI ACEH DALAM LIPUTAN KHUSUS MAJALAH TEMPO (ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH)


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0810102010074

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pemberitaan mengenai Syariat Islam di Aceh berlangsung sejak
diberlakukannya Syariat Islam di Aceh pada tahun 2002. Oleh berbagai pihak,
implementasi Syariat Islam di Aceh dinilai memiliki dua dimensi, yaitu dimensi
politis dan dimensi Aceh yang kuat akan nilai sprititual. Selain dilatari nilai politis
dan spiritual, penerapan Syariat Islam di Aceh juga didukung oleh empat Undang
Undang, yang terakhir adalah UU Nomor 11 tahun 2006 mengenai Pemerintah
Aceh. Dalam penerapan Syariat Islam di Aceh, salah satu media yang intens
melakukan pemberitaan adalah Majalah Berita Mingguan Tempo. Majalah Tempo
adalah majalah berita bertiras 180 ribu eksemplar tiap minggu dan menguasai
68% pangsa pasar majalah berita mingguan di Indonesia. Pada penghujung 2011,
mengambil momentum 10 tahun penerapan Syariat Islam di Aceh, Majalah
Tempo menurunkan liputan khusus bertema “Perda Syariah Untuk Apa,” yang
berisikan liputan mengenai pemberlakuan perda (peraturan daerah) berlandaskan
Syariat Islam di Indonesia, khususnya Aceh. Penelitian ini menggunakan metode
Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough dan Teori Ideologi Media, yang
bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui bagaimana bentuk wacana
pemberitaan dan pengaruh ideologi yang dihadirkan oleh Majalah Tempo
mengenai Syariat Islam di Aceh, juga bagaimana pengaruh sosial budaya yang
melatari Majalah Tempo mempengaruhi produksi pemberitaan tersebut. Dalam
penelitian ini, penulis melakukan tiga tahapan kajian, yaitu kajian teks, praktik
wacana (discourse practice) dan sosial budaya (sociocultural). Hasil penelitian ini
menunjukkan jika pemberitaan mengenai Syariat Islam di Aceh oleh Majalah
Tempo memiliki kecendrungan pemberitaan yang tidak berimbang. Hal ini terlihat
dari pemilihan narasumber yang mayoritas adalah pihak yang kontra. Selalin itu,
pengaruh dan latar belakang sosial budaya yang melingkupi Tempo seperti
pengaruh para tokoh-tokoh senior Tempo juga menciptakan pemberitaan Tempo
yang tidak positif terhadap Syariat Islam dan Islam, sehingga pada akhirnya hasil
karya produk jurnalistik Majalah Tempo mengenai penerapan Syariat Islam di
Aceh mengasilkan dampak negatif bagi penerapan Syariat Islam di Aceh.
Kata kunci: wacana, ideologi, syariat Islam, Tempo.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK