Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI JENIS ALAT TANGKAP DAN HASIL TANGKAPAN DI PPS KUTARAJA BANDA ACEH
Pengarang
MUHAMMAD ZAKI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing I
Teuku Haris Iqbal - 199105252024211001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1911103010106
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PPS Kutaraja merupakan salah satu pelabuhan perikanan penting di Banda Aceh yang menjadi pusat aktivitas nelayan dengan beragam alat tangkap, namun informasi mengenai jenis alat tangkap dan hasil tangkapan di wilayah ini masih terbatas, padahal data tersebut penting bagi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis alat tangkap yang digunakan nelayan serta jenis hasil tangkapan berdasarkan masing-masing alat tangkap tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 menggunakan metode survei deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara berkuesioner terhadap nelayan pengguna alat tangkap dan petugas pelabuhan, sedangkan penentuan responden dilakukan menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk paparan ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 324 unit kapal perikanan tangkap yang terdata, dengan 278 unit (86%) masih aktif beroperasi. Terdapat empat jenis alat tangkap yang digunakan nelayan, yaitu pukat cincin sebanyak 120 unit (37%), pancing ulur 95 unit (29%), rawai tuna 65 unit (20%), dan pancing tonda 44 unit (14%). Total produksi hasil tangkapan yang teramati mencapai 6.205,8 kg, dengan pukat cincin menyumbang produksi tertinggi (3.741 kg; 60,3%), diikuti rawai tuna (959,7 kg; 15,5%), pancing ulur (785,1 kg; 12,6%), dan pancing tonda (753 kg; 12,1%). Cakalang, tongkol, dan tuna sirip kuning merupakan komoditas dominan yang secara bersama menyumbang sekitar 77,7% dari total produksi. Komposisi hasil tangkapan setiap alat tangkap mencerminkan kesesuaian dengan karakteristik ekologis ikan sasaran; alat tangkap aktif unggul dari segi kuantitas, sedangkan alat tangkap pasif lebih unggul dari segi selektivitas dan nilai ekonomi hasil tangkapan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendataan alat tangkap dan komposisi hasil tangkapan secara berkala sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan tangkap yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
PPS Kutaraja is one of the important fishing ports in Banda Aceh where fishermen operate a variety of fishing gear, yet information on the types of gear used and the resulting catch composition in this area remains limited, despite its importance for sustainable fisheries management. This study aimed to identify the types of fishing gear used by fishermen and the catch composition associated with each gear type. The research was conducted in June 2026 using a descriptive survey method, with data collected through questionnaire-based interviews with fishermen and port officers, while respondents were determined using a purposive sampling technique. The data obtained were analyzed descriptively and presented in narrative form. Results showed that 324 fishing vessels were recorded, of which 278 units (86%) were still actively operating. Four types of fishing gear were identified, namely purse seine (120 units; 37%), hand line (95 units; 29%), tuna longline (65 units; 20%), and troll line (44 units; 14%). Total catch recorded reached 6,205.8 kg, with purse seine contributing the highest production (3,741 kg; 60.3%), followed by tuna longline (959.7 kg; 15.5%), hand line (785.1 kg; 12.6%), and troll line (753 kg; 12.1%). Skipjack tuna, mackerel tuna, and yellowfin tuna were the dominant species, together accounting for about 77.7% of total production. The catch composition of each gear type reflected its suitability to the ecological characteristics of the target species; active gear was superior in terms of catch quantity, while passive gear was superior in terms of selectivity and economic value. These findings emphasize the importance of periodic data collection on fishing gear and catch composition as a basis for formulating more effective and sustainable capture fisheries management policies in the area.
PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, LAMPULO, BANDA ACEH (Sumaiya Shopiya, 2025)
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN, DOMINANSI, DAN UKURAN LAYAK TANGKAP IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN APUNG DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LHOK SEUDU, KABUPATEN ACEH BESAR (MUHAMMAD RIANDI, 2020)
IDENTIFIKASI JENIS ALAT TANGKAP DAN HASIL TANGKAPAN DI PPS KUTARAJA BANDA ACEH (MUHAMMAD ZAKI, 2026)
ANALISIS HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP PANCING JORAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) LAMBADA LHOK, BAITUSSALAM ACEH BESAR (Ita Purnama Sari, 2019)
STUDI USAHA PENANGKAPAN IKAN HIU DENGAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA BANDA ACEH (Leni Afriani, 2019)