Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN BUKULAH.ID DALAMRNPENDEKATAN BUDAYA MELALUI MEDIA SOSIAL
Pengarang
FADHLUL REZI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Alfi Rahman - 197712022023211004 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
1910102010100
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku usaha membangun komunikasi pemasaran dengan konsumen. Selain berfungsi sebagai media promosi, media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal melalui penyampaian pesan yang lebih interaktif.
Bukulah.Id merupakan usaha kuliner khas Aceh yang mengembangkan strategi komunikasi pemasaran berbasis budaya dengan memanfaatkan Instagram dan TikTok
untuk memperkenalkan kuliner tradisional Aceh dalam penyajian yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang melekat pada produk. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran Bukulah.Id melalui media sosial dalam memperkuat identitas budaya Aceh sekaligus mendukung
pelestarian budaya melalui pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas dua orang owner, satu orang content creator, satu orang praktisi media sosial, serta dua informan yang memiliki pengalaman profesional di bidang produksi konten digital. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan dengan menggunakan perspektif Integrated Marketing Communication (IMC) yang meliputi advertising, event and experience, dan public
relations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Bukulah.Id dilaksanakan secara terpadu melalui pemanfaatan Instagram dan TikTok
sebagai media utama komunikasi pemasaran. Strategi advertising diwujudkan melalui penyajian konten visual, storytelling, dan promosi digital yang mengangkat identitas budaya Aceh. Strategi event and experience diwujudkan melalui keterlibatan Bukulah.Id dalam berbagai kegiatan budaya dan sosial, seperti penyediaan hidangan Maulid serta kegiatan Sedekah Jumat yang mencerminkan nilai kebersamaan dan kearifan lokal. Sementara itu, strategi public relations dikembangkan melalui interaksi aktif dengan pelanggan, pembentukan citra positif, serta penyebaran informasi mengenai budaya dan kuliner Aceh melalui media sosial. Pendekatan budaya diwujudkan melalui penggunaan simbol budaya, penyajian makanan tradisional, pengemasan khas, serta storytelling mengenai kebiasaan dan tradisi masyarakat Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan budaya dalam strategi komunikasi pemasaran digital mampu memperkuat identitas merek Bukulah.Id, meningkatkan brand awareness, membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan, serta menjadikan media sosial sebagai sarana promosi sekaligus media edukasi dan pelestarian budaya kuliner Aceh di era digital.
The rapid growth of social media has transformed the way businesses communicate with consumers and promote their products. Beyond functioning as a marketing channel, social media also provides opportunities to introduce and preserve local cultural heritage through more interactive and engaging communication. Bukulah.Id is an Acehnese culinary business that integrates cultural values into its digital marketing strategy by promoting traditional Acehnese cuisine through a modern presentation while preserving the cultural values embedded in its products. This study aims to analyze the marketing communication strategy implemented by Bukulah.Id through social media in strengthening Acehnese cultural identity and supporting cultural preservation using the Integrated Marketing Communication (IMC) approach. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through in depth interviews, observation, and documentation. The informants consisted of two business owners, one content creator, one social media practitioner, and two informants with professional experience in digital content production selected using purposive sampling. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing based on the Integrated Marketing Communication (IMC) framework, focusing on three communication elements: advertising, event and experience, and public relations. The findings indicate that Bukulah.Id has successfully implemented an integrated marketing communication strategy through Instagram and TikTok as its primary digital communication platforms. The advertising strategy is carried out through visual content, cultural storytelling, and digital promotion highlighting Acehnese culinary identity. The event and experience strategy is reflected in Bukulah.Id's participation in cultural and community activities, including Maulid food traditions and Sedekah Jumat, which represent local values of togetherness and social responsibility. Meanwhile, the public relations strategy is strengthened through active customer engagement, the development of a positive brand image, and the dissemination of information about Acehnese culture and traditional cuisine via social media. The cultural approach is further reflected in the use of traditional symbols, authentic food presentation, distinctive packaging, and storytelling about Acehnese traditions and daily culinary practices. This study concludes that integrating cultural values into digital marketing communication effectively strengthens Bukulah.Id's brand identity, increases brand awareness, fosters stronger relationships with consumers, and positions social media not only as a promotional platform but also as a medium for educating the public and preserving Acehnese culinary heritage in the digital era.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN AMERTA MUSIC DALAM MEMASARKAN GRUP ORANGHUTAN SQUAD DI ACEH (Muhammad Arief Azizi, 2025)
PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN BRAND EQUITY DESA WISATA LUBUK SUKON (APRIZALMI, 2025)
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI ACEH DALAM MEMPROMOSIKAN WISATA HALAL DI BANDA ACEH (Rika Yulita Sari, 2024)
STRATEGI KOMUNIKASI KIP BANDA ACEH PADA PILKADA 2017 DALAM MENSOSIALISASIKAN ANTI GOLONGAN PUTIH (GOLPUT) MELALUI MEDIA MASSA (Aidil Saputra, 2018)
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN ( PENELITIAN TERHADAP PEMILIK TOKO EMAS MULIA INDAH DI KOTA TAKENGON ) (Ayub Sami, 2017)