DINAMIKA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DINAMIKA ARUS PASANG SURUT DI PERAIRAN BANDA ACEH


Pengarang

FEBBY RAHMATUL ULYA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Yudi Haditiar - 199306302022031007 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Nanda - 199206092024211017 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211101010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perairan Banda Aceh memiliki dinamika hidrodinamika yang kompleks akibat interaksi antara pengaruh laut terbuka, pasang surut, dan masukan material dari daratan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh arus laut terhadap distribusi sedimen tersuspensi (TSS) di perairan tersebut. Studi ini menggunakan pemodelan numerik MIKE 21 untuk simulasi hidrodinamika dan transport sedimen, yang divalidasi dengan data pengukuran lapangan pada 15 stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pola arus laut didominasi oleh arus pasang surut (tidal current) yang bersifat bolak-balik (rectilinear) dengan siklus purnama-perbani (spring-neap cycle) 14 hari dan kecepatan arus berkisar 0,040 hingga 0,104 m/s. Konsentrasi TSS lapangan berkisar 1,7–32,9 mg/L (rata-rata 19,10 mg/L) dengan pola sebaran heterogen yang membentuk dikotomi spasial: zona sumber di barat daya (muara), koridor transport di alur tengah, dan zona akumulasi di mulut teluk timur laut. Uji korelasi Pearson mengungkap hubungan negatif yang sangat lemah antara kecepatan arus dan konsentrasi TSS lokal (r = -0,0397 & r² = 0,0016), yang mengindikasikan bahwa konsentrasi lokal TSS lebih dikontrol oleh kedekatan dengan sumber sedimen dan jebakan morfologi, bukan oleh kecepatan arus secara langsung. Secara temporal, fase spring tide memicu adveksi massal sedimen, sedangkan neap tide membatasi jangkauan transport sehingga material cenderung terakumulasi di dekat sumber. Disimpulkan bahwa arus laut berperan sebagai media transportasi dan pengontrol ritme sedimentasi, sementara distribusi spasial TSS sangat bergantung pada suplai daratan dan morfologi perairan. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi strategi mitigasi pendangkalan, penentuan lokasi dredging, serta pengelolaan wilayah pesisir Banda Aceh secara berkelanjutan.
Kata kunci : Arus laut, sedimen tersuspensi, pemodelan numerik, dikotomi spasial, siklus purnama-perbani

Banda Aceh Waters possess complex hydrodynamic dynamics due to the interaction between open ocean influences, tides, and terrestrial material inputs. This study aims to analyze the influence of sea currents on the distribution of suspended sediment (TSS) in these waters. The study utilized MIKE 21 numerical modeling for hydrodynamic and sediment transport simulations, validated with field measurement data from 15 observation stations. The results showed that the current pattern is dominated by rectilinear tidal currents with a 14-day spring-neap cycle and current velocities ranging from 0,040 hingga 0,104 m/s. Field TSS concentrations ranged from 1.7 to 32.9 mg/L (average 19.10 mg/L) with a heterogeneous distribution pattern forming a spatial dichotomy: a source zone in the southwest (estuary), a transport corridor in the central channel, and an accumulation zone at the northeastern small bay mouth. Pearson correlation test revealed a very weak negative relationship between current velocity and local TSS concentration (r = -0.0397 & r² = 0.0016), indicating that local TSS concentration is more controlled by proximity to sediment sources and morphological traps rather than current velocity alone. Temporally, the spring tide phase triggers massive sediment advection, while the neap tide limits the transport range, causing material to accumulate near the source. It is concluded that sea currents act as a transport medium and sedimentation rhythm controller, while the spatial distribution of TSS heavily depends on terrestrial supply and water morphology. These findings provide a scientific basis for shoaling mitigation strategies, dredging site determination, and sustainable coastal management of Banda Aceh. Keywords : Sea currents, suspended sediment, numerical modeling, spatial dichotomy, spring-neap cycle.

Citation



    SERVICES DESK