POTENSI BANJIR ROB DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI BANJIR ROB DI KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT


Pengarang

MUHAMMAD KHADAFI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Irham - 197108211999031001 - Dosen Pembimbing I
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211101010047

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

551. 489

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banjir rob merupakan salah satu bencana pesisir yang sering terjadi di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat akibat pengaruh pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh kondisi fisik wilayah pesisir. Genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat, merusak infrastruktur, serta memengaruhi pemanfaatan ruang di kawasan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan informasi spasial mengenai tingkat potensi banjir rob sebagai dasar dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan perencanaan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi banjir rob di Kecamatan Johan Pahlawan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode weighted overlay. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan enam parameter, yaitu elevasi, pasang surut, jarak dari garis pantai, kemiringan lereng, jenis tanah, dan jarak dari sungai. Setiap parameter direklasifikasi ke dalam kelas potensi, kemudian diberikan skor dan bobot berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap kejadian banjir rob sebelum diintegrasikan menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Johan Pahlawan memiliki tingkat potensi yang terbagi dalam tingkat potensi bahaya sangat rendah dengan luasan 4,30 ha (0,31 %), tingkat bahaya rendah memiliki luasan 79,41 ha (5,74 %), tingkat bahaya sedang memiliki luasan 339,76 ha (24,57 %), tingkat bahaya tinggi memiliki luasan 376,00 ha (27,19 %), tingkat bahaya sangat tinggi 583,37 ha (42,19 %). Kawasan dengan potensi tinggi terkonsentrasi pada wilayah pesisir, terutama Desa Pasir, Ujong Kalak, Kampung Belakang, Suak Indrapuri, Suak Nie, Suak Sigadeng, Suak Raya, dan Suak Ribee. Sebaliknya, wilayah yang berada semakin jauh dari garis pantai umumnya termasuk dalam kategori potensi rendah karena memiliki elevasi yang lebih tinggi dan pengaruh pasang surut yang semakin berkurang. Tingginya potensi banjir rob pada kawasan pesisir dipengaruhi oleh kombinasi elevasi rendah, kedekatan terhadap garis pantai, kemiringan lereng yang landai, serta pengaruh pasang surut laut. Peta potensi banjir rob yang dihasilkan mampu menggambarkan distribusi spasial wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob dan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi mitigasi bencana, pengelolaan kawasan pesisir, serta perencanaan tata ruang yang adaptif dan berkelanjutan di Kecamatan Johan Pahlawan.

Kata kunci: banjir rob, Sistem Informasi Geografis, weighted overlay, pemetaan, Kecamatan Johan Pahlawan.

Tidal flooding is one of the most frequent coastal hazards occurring in Johan Pahlawan District, West Aceh Regency, as a result of seawater tides interacting with the physical characteristics of the coastal environment. The resulting inundation can disrupt community activities, damage infrastructure, and affect land use in coastal areas. Therefore, spatial information on the potential for tidal flooding is needed to support disaster mitigation efforts and coastal spatial planning. This study aims to map the potential for tidal flooding in Johan Pahlawan District using a Geographic Information System (GIS) approach through the weighted overlay method. The analysis was conducted by integrating six parameters: elevation, tidal level, distance from the coastline, slope, soil type, and distance from rivers. Each parameter was reclassified into potential classes and assigned scores and weights according to its level of influence on tidal flooding before being integrated using ArcGIS 10.8 software. The results indicate that the tidal flood potential in Johan Pahlawan District is classified into five categories: very low, covering 4.30 ha (0.31%); low, covering 79.41 ha (5.74%); moderate, covering 339.76 ha (24.57%); high, covering 376.00 ha (27.19%); and very high, covering 583.37 ha (42.19%). Areas with high tidal flood potential are concentrated in the coastal villages of Pasir, Ujong Kalak, Kampung Belakang, Suak Indrapuri, Suak Nie, Suak Sigadeng, Suak Raya, and Suak Ribee. In contrast, areas located farther from the coastline generally fall into the low-potential category due to their higher elevation and reduced influence of tidal fluctuations. The high potential for tidal flooding in coastal areas is primarily influenced by the combination of low elevation, proximity to the coastline, gentle slopes, and tidal dynamics. The resulting tidal flood potential map effectively illustrates the spatial distribution of areas susceptible to tidal flooding and is expected to serve as a reference for disaster mitigation strategies, coastal zone management, and adaptive and sustainable spatial planning in Johan Pahlawan District. Keywords: tidal flooding, Geographic Information System (GIS), weighted overlay, mapping, Johan Pahlawan District.

Citation



    SERVICES DESK