IDENTIFIKASI JENIS DAN PENILAIAN KESEHATAN POHON DI TAMAN KOTA TREMBESI BNI PEULANGGAHAN, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI JENIS DAN PENILAIAN KESEHATAN POHON DI TAMAN KOTA TREMBESI BNI PEULANGGAHAN, BANDA ACEH


Pengarang

ALFIRA PARDERIKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ali M. Muslih - 198910282019031018 - Dosen Pembimbing I
Jumadil Akhir - 197308082006041001 - Dosen Pembimbing II
Ida Rosita - 198904282022032008 - Penguji
Ir. Dahlan - 197610062006041003 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2205110010049

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Kehutanan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

634.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Taman Kota Trembesi BNI Peulanggahan Banda Aceh merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi ekologis penting sehingga kondisi kesehatan pohonnya perlu diketahui sebagai dasar dalam pengelolaan dan pemeliharaan vegetasi. Sebagai salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), taman kota berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga informasi mengenai jenis dan kesehatan pohon menjadi penting untuk mendukung pengelolaan vegetasi secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pohon dan menilai kesehatan pohon menggunakan metode Forest Health Monitoring (FHM). Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 dengan metode sensus dan metode inventarisasi terhadap seluruh vegetasi strata pohon yang memenuhi kriteria pengamatan.
Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 336 individu pohon yang terdiri atas 16 jenis, yaitu Trembesi (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus), Asam Jawa (Tamarindus indica), Beringin Leupe (Ficus benjamina), Bungur Besar (Lagerstroemia speciosa), Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Flamboyan (Delonix regia), Jambu Air (Syzygium aqueum), Kecapi (Sandoricum koetjape), Kelengkeng (Dimocarpus longan), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), Mahoni (Swietenia mahagoni), Petai (Parkia speciosa), Saga (Adenanthera pavonina), Sukun (Artocarpus altilis), dan Tampui (Baccaurea macrocarpa). Penilaian kesehatan pohon dilakukan berdasarkan lokasi kerusakan, tipe kerusakan, dan tingkat keparahan kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 950 titik kerusakan, dengan lokasi kerusakan terbanyak berada pada bagian bawah dan atas batang, tipe kerusakan yang paling dominan adalah cabang patah atau mati, tubuh buah jamur, kanker batang, dieback, dan sarang rayap, sedangkan tingkat keparahan kerusakan didominasi oleh kelas 1–19%.
Berdasarkan hasil klasifikasi kesehatan pohon didominasi oleh kategori kerusakan ringan. Secara umum, kondisi kesehatan pohon di Taman Kota Trembesi BNI Peulanggahan Banda Aceh masih tergolong baik, meskipun beberapa pohon memerlukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkala agar kondisi kesehatannya tetap terjaga.

Kata Kunci: Forest Health Monitoring (FHM); hutan kota; Klasifikasi Nilai Kesehatan Pohon (KNKP); ruang terbuka hijau; Tree Level Index (TLI).

Taman Kota Trembesi BNI Peulanggahan Banda Aceh is one of the green open spaces with an important ecological function; therefore, the health condition of its trees needs to be assessed as a basis for vegetation management and maintenance. As a Green Open Space (GOS), the urban park plays an important role in maintaining environmental balance, making information on tree species and tree health essential for supporting sustainable vegetation management. This study aimed to identify tree species and assess tree health using the Forest Health Monitoring (FHM) method. The research was conducted in January 2026 using a census method and inventory of all tree vegetation that met the observation criteria. The identification results showed that there were 336 individual trees belonging to 16 species, namely Trembesi (Samanea saman), Angsana (Pterocarpus indicus), Asam Jawa (Tamarindus indica), Beringin Leupe (Ficus benjamina), Bungur Besar (Lagerstroemia speciosa), Cemara Laut (Casuarina equisetifolia), Flamboyan (Delonix regia), Jambu Air (Syzygium aqueum), Kecapi (Sandoricum koetjape), Kelengkeng (Dimocarpus longan), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), Mahoni (Swietenia mahagoni), Petai (Parkia speciosa), Saga (Adenanthera pavonina), Sukun (Artocarpus altilis), and Tampui (Baccaurea macrocarpa). Tree health assessment was carried out based on damage location, damage type, and damage severity. The results showed a total of 950 damage points, with most damage occurring on the lower and upper stem. The most dominant damage types were broken or dead branches, fungal fruiting bodies, stem cankers, dieback, and termite nests, while the damage severity was dominated by the 1–19% class. The results of the tree health classification were dominated by the minor damage category. Overall, the health condition of the trees in Taman Kota Trembesi BNI Peulanggahan Banda Aceh was classified as good, although several trees require regular monitoring and maintenance to maintain their health condition. Keywords: Forest Health Monitoring (FHM); urban forest; Green Open Space (GOS); Klasifikasi Nilai Kesehatan Pohon (KNKP); Tree Level Index (TLI).

Citation



    SERVICES DESK