HUBUNGAN KUALITAS PERAIRAN TERHADAP KEBIASAAN MAKAN KERANG DARAH(ANADARA GRANOSA) DI KAWASAN PERAIRAN ULEE LHEUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN KUALITAS PERAIRAN TERHADAP KEBIASAAN MAKAN KERANG DARAH(ANADARA GRANOSA) DI KAWASAN PERAIRAN ULEE LHEUE


Pengarang

NAILA SYAHRILANY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Maulida - 199411092021022101 - Dosen Pembimbing I
wuni Alfionita - 199708182024062003 - - - Dosen Pembimbing II
Adli Waliul Perdana - 198912122019031013 - Penguji
Asmaul Husna - 199504022020122012 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2211102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perairan pesisir menyediakan berbagai layanan ekosistem, termasuk sebagai sumber pangan dan habitat biota laut. Kerang darah (Anadara granosa) merupakan bivalvia yang berperan sebagai filter feeder dan bioindikator kualitas air, serta memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas perairan dengan kebiasaan makan kerang darah di perairan Ulee Lheue, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah observasional kuantitatif dengan pengambilan sampel kerang darah dan air pada tiga stasiun, dengan masing-masing stasiun terdiri atas tiga titik pengambilan sampel. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, oksigen terlarut, kecerahan, pH, dan salinitas. Kebiasaan makan kerang darah dianalisis melalui identifikasi isi lambung, frekuensi kejadian makanan, dan indeks makanan terbesar. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik kualitas air perairan Ulee Lheue meliputi suhu 25–26°C, DO 3,88–4,21 mg/L, pH 6–7, salinitas 22,83–27,57 ppt, dan kecerahan 19,33–25 cm. Bacillariophyceae ditemukan sebagai pakan utama di seluruh stasiun, dengan IBT tertinggi sebesar 62,90% di Stasiun 3. Dapat disimpulkan bahwa kondisi perairan Ulee Lheue saat ini masih mendukung kehidupan kerang darah, di mana Stasiun 3 memiliki kesesuaian habitat paling optimal.
Kata Kunci: Anadara granosa, kualitas perairan, kebiasaan makan

Coastal waters provide various ecosystem services, including serving as food sources and habitats for marine biota. The blood cockle (Anadara granosa) is a bivalve that functions as a filter feeder and bioindicator of water quality, and it also has high economic value in Indonesia. This study aimed to analyze the relationship between water quality and the feeding habits of blood cockles in the coastal waters of Ulee Lheue, Banda Aceh. This research used a quantitative observational method by collecting blood cockle and water samples from three stations, with each station consisting of three sampling points. The water quality parameters measured included temperature, dissolved oxygen, water transparency, pH, and salinity. The feeding habits of blood cockles were analyzed through gut content identification, frequency of occurrence, and the Index of Preponderance. The results showed that the water quality characteristics of Ulee Lheue waters included a temperature of 25 to 26°C, dissolved oxygen (DO) of 3.88 to 4.21 mg/L, pH of 6 to 7, salinity of 22.83 to 27.57 ppt, and water transparency of 19.33 to 25 cm. Bacillariophyceae were identified as the main food source at all stations, with the highest Index of Preponderance (IBT) value of 62.90% recorded at Station 3. It can be concluded that the current condition of Ulee Lheue waters still supports the survival of blood cockles, with Station 3 showing the most optimal habitat suitability. Keywords: Anadara granosa, water quality, feeding habits

Citation



    SERVICES DESK