PENGUATAN NILAI-NILAI PESAN KEBENCANAAN DARIRNKESENIAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGUATAN NILAI-NILAI PESAN KEBENCANAAN DARIRNKESENIAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH


Pengarang

Hamzah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nazli - 197104212000031002 - Dosen Pembimbing I
Yusha Abubakar - - - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Marthoenis - 198307292016091101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2409200140013

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Magister Ilmu Kebencanaan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pemanfaatan seni tradisional sebagai media edukasi kebencanaan berbasis
kearifan lokal masih belum banyak dikembangkan, termasuk pada kesenian Tari
Guel sebagai warisan budaya masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah.
Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pesan kebencanaan yang
terkandung dalam Tari Guel serta merumuskan strategi penguatannya sebagai
media edukasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dengan pendekatan interpretatif. Data diperoleh melalui Focus Group
Discussion (FGD), wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang diperdalam dengan
analisis semiotika Roland Barthes untuk menginterpretasikan makna simbolik
Tari Guel dalam perspektif edukasi kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Tari Guel mengandung nilai-nilai kebencanaan yang tercermin dalam
gerak, syair, filosofi, dan simbol budaya, meliputi hubungan harmonis manusia
dengan alam, pengetahuan lokal masyarakat Gayo, nilai budaya berupa tertib,
setia, amanah, dan cerdik, serta kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas
sosial. Penelitian ini juga menghasilkan empat strategi penguatan, yaitu
rekonstruksi makna gerak, penguatan syair, integrasi Tari Guel dalam pendidikan
kebencanaan, dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
Tari Guel berpotensi menjadi media edukasi kebencanaan berbasis budaya lokal
tanpa mengubah pakemnya, sehingga dapat mendukung pelestarian budaya
sekaligus pengurangan risiko bencana di Kabupaten Aceh Tengah.
Kata Kunci: Tari Guel, kearifan lokal, edukasi kebencanaan

ABSTRACT The utilization of traditional arts as a medium for disaster education based on local wisdom remains relatively underdeveloped, including Tari Guel, a cultural heritage of the Gayo community in Central Aceh Regency, Indonesia. This study aims to analyze the disaster-related values embedded in Tari Guel and to formulate strategies for strengthening its role as a medium for community disaster education. The research employed a descriptive qualitative approach with an interpretive perspective. Data were collected through Focus Group Discussions (FGDs), interviews, direct observations, and document analysis. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, complemented by Roland Barthes' semiotic analysis to interpret the symbolic meanings of Tari Guel from the perspective of disaster education. The findings reveal that Tari Guel embodies disaster-related values reflected in its movements, lyrics, philosophy, and cultural symbols. These values include the harmonious relationship between humans and nature, the indigenous knowledge of the Gayo community, cultural values such as discipline, loyalty, trustworthiness, and wisdom, as well as environmental stewardship and social solidarity. The study also proposes four strategies to strengthen the disaster education values of Tari Guel: reconstructing the meanings of its movements, reinforcing its lyrical content, integrating Tari Guel into disaster education programs, and promoting cross-sector collaboration. This study concludes that Tari Guel has significant potential to serve as a culturally based disaster education medium without altering its traditional authenticity, thereby contributing to both cultural preservation and disaster risk reduction efforts in Central Aceh Regency. Keywords: Tari Guel, local wisdom, disaster education

Citation



    SERVICES DESK