INVESTIGATING STUDENTS' SPEAKING ABILITY IN CONTEXTUAL LEARNING UNDER THE MERDEKA CURRICULUM | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INVESTIGATING STUDENTS' SPEAKING ABILITY IN CONTEXTUAL LEARNING UNDER THE MERDEKA CURRICULUM


Pengarang

M. IQMAL PASHA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Chairina - 198011252008122002 - Dosen Pembimbing I
Try Mahendra Siregar - 199606132024061001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2206102020040

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini mengkaji kemampuan berbicara siswa dan pengalaman mereka dengan pembelajaran kontekstual di bawah Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 6 Banda Aceh. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengkaji persepsi guru terhadap Kurikulum Merdeka, bukti empiris mengenai kemampuan berbicara siswa yang sesungguhnya serta pengalaman nyata mereka dengan pembelajaran kontekstual masih terbatas. Dengan menggunakan desain mixed-method sequential explanatory, penelitian ini memberikan tes kemampuan berbicara kepada 31 siswa Kelas XI, yang kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur terhadap enam partisipan yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa secara keseluruhan masih tergolong terbatas, dengan skor median 44 dari 100, di mana kelancaran (fluency) dan tata bahasa (grammar) menjadi aspek terlemah, sedangkan pelafalan (pronunciation) menjadi aspek terkuat. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa materi kontekstual membuat tugas berbicara menjadi lebih mudah diakses, mengurangi hambatan afektif, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa, sementara media digital berfungsi sebagai sumber pendukung yang bermakna di luar kelas. Namun, kesenjangan antara persepsi positif siswa dan skor berbicara mereka yang masih sederhana menunjukkan bahwa materi kontekstual berfungsi terutama sebagai penopang motivasi (motivational scaffold), bukan sebagai syarat yang cukup untuk pengembangan kemampuan berbicara secara menyeluruh, sehingga mengimplikasikan perlunya melengkapi pembelajaran kontekstual dengan pengajaran bahasa yang eksplisit dan latihan berbicara yang terstruktur.

Kata kunci: kemampuan berbicara, pembelajaran kontekstual, Kurikulum Merdeka, pembelajar EFL

This study investigates students' speaking ability and experiences with contextual learning under the Merdeka Curriculum at SMA Negeri 6 Banda Aceh. While prior research has examined teachers' perceptions of the Merdeka Curriculum, empirical evidence on students' actual speaking ability and lived experiences with contextual learning remains limited. Employing a sequential explanatory mixed-method design, the study administered a speaking performance test to 31 Grade XI students, followed by semi-structured interviews with six purposively selected participants. Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The findings reveal that students' overall speaking ability remained limited, with a median score of 44 out of 100, with fluency and grammar emerging as the weakest aspects and pronunciation as the strongest. The qualitative findings indicate that contextual materials made speaking tasks more accessible, reduced affective barriers, and increased students' motivation and confidence, while digital media served as a meaningful supplementary resource beyond the classroom. However, the gap between students' positive perceptions and their modest speaking scores suggests that contextual materials function primarily as a motivational scaffold rather than a sufficient condition for comprehensive speaking development, implying the need to complement contextual learning with explicit language instruction and structured speaking practice. Keywords: speaking ability, contextual learning, Merdeka Curriculum, EFL Learners

Citation



    SERVICES DESK