ANALISIS PERAN PANGLIMA LAOT DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN LHOK PAWOH, SAWANG, ACEH SELATAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERAN PANGLIMA LAOT DALAM MENDUKUNG KEBERLANJUTAN PERIKANAN PUKAT CINCIN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN LHOK PAWOH, SAWANG, ACEH SELATAN


Pengarang

SOVIA INDAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Chaliluddin - 197002052008121004 - Dosen Pembimbing I
Nurhayati 198905042024062002 - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211103010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Meningkatnya aktivitas penangkapan ikan menuntut adanya pengelolaan yang baik untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan, termasuk melalui peran panglima laot sebagai Lembaga adat masyarakat nelayan . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran panglima laot terhadap keberlanjutan perikanan pukat cincin dan menilai tingkat keberlanjutan perikanan pukat cincin (purse seine) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lhok Pawoh, Kabupaten Aceh Selatan dengan menggunakan metode RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) dengan lima dimensi, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan dimensi kelembagaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panglima laot terhadap keberlanjutan perikanan pukat cincin melalui memelihara dan menjalankan adat istiadat, mengkoordinir usaha penangkapan ikan dilaut, menyelesaikan sengketa diantara nelayan, menyelenggarakan upacara adat laot, seperti hari pantang melaut setelah pelaksanaan khanduri laot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekonomi tergolong sangat berkelanjutan dengan skor 81,05, sedangkan dimensi ekologi memperoleh skor 52,78, teknologi memperoleh skor 61,11, dan sosial memperoleh skor 71,58 tergolong cukup berkelanjutan. Adapun dimensi kelembagaan menunjukkan 47,90 dan berada dalam kategori kurang berkelanjutan.

Kata kunci: keberlanjutan, Lhok Pawoh, peran panglima laot, pukat cincin, RAPFISH

ABSTRACT The increasing fishing activity demands good management to maintain the sustainability of fishery resources, including through the role of Panglima Laot as a traditional institution of the fishing community. This study aims to determine the role of Panglima Laot towards the sustainability of purse seine fisheries and assess the level of sustainability of purse seine fisheries at the Lhok Pawoh Fish Landing Base (PPI), South Aceh Regency using the RAPFISH (Rapid Appraisal for Fisheries) method with five dimensions, namely the ecological, economic, social, technological, and institutional dimensions. The results of this study indicate that Panglima Laot towards the sustainability of purse seine fisheries through maintaining and carrying out customs, coordinating fishing efforts at sea, resolving disputes between fishermen, holding traditional ceremonies, such as a day of abstinence from fishing after the implementation of Khanduri Laot. The results of the study indicate that the economic dimension is classified as highly sustainable with a score of 81.05, while the ecological dimension obtained a score of 52.78, technology obtained a score of 61.11, and social obtained a score of 71.58, classified as fairly sustainable. The institutional dimension showed a score of 47.90 and is in the less sustainable category. Keywords: Lhok Pawoh, purse seine, RAPFISH, role of the Naval commander, sustainability

Citation



    SERVICES DESK