Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES
Pengarang
Salwa Nabillah Anwar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Martunis - 196212311987021052 - Dosen Pembimbing I
Dara Rosita - 198408282024212021 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2206104030068
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP / Prodi Bimbingan dan Konseling (S1)., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perilaku membolos merupakan salah satu bentuk pelanggaran tata tertib sekolah yang ditunjukkan melalui ketidakhadiran siswa dalam kegiatan pembelajaran tanpa alasan yang jelas maupun meninggalkan kelas saat proses belajar berlangsung. Perilaku ini berdampak buruk terhadap tingkat kedisiplinan serta dapat menurunkan prestasi akademik siswa di sekolah. Perilaku membolos dipengaruhi oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa serta faktor eksternal yang berasal dari lingkungan luar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku membolos pada siswa SMA di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 250 siswa kelas X dan XI yang ditentukan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku membolos dengan empat alternatif pilihan jawaban. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase berdasarkan kategori interval yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perilaku membolos siswa berada pada kategori tinggi (31,20%). Hal ini berarti sebagian siswa masih sering melakukan pelanggaran disiplin berupa tidak hadir tanpa alasan atau sengaja meninggalkan ruang kelas saat jam pelajaran berlangsung. Berdasarkan aspek internal,pada indikator perilaku membolos siswa berada pada kategori sedang (48,80%). Sementara itu pada aspek eksternal, indicator lingkungan keluarga berada pada kategori sedang (46,00%), lingkungan sekolah pada kategori sedang (36,80%), sedangkan lingkungan teman sebaya berada pada kategori sangat tinggi (28,00%). Perbedaan persentase ini menunjukkan bahwa di antara semua faktor eksternal yang diteliti, hanya lingkungan teman sebaya yang berada pada kategori sangat tinggi. Ditinjau dari psikologi perkembangan, fenomena ini berkaitan erat dengan tingginya konformitas remaja, di mana siswa cenderung ikut membolos demi bisa diterima dan menjaga solidaritas di dalam kelompok teman sebayanya.
Kata Kunci: Perilaku Membolos, Siswa SMA, Teman Sebaya, Konformitas Remaja
Truancy is one of the forms of school disciplinary violations characterized by students’ absence from learning activities without clear reasons or leaving the classroom during the learning process. This behavior negatively affects students’ discipline and may reduce their academic achievement at school. Truancy behavior is influenced by internal factors originating from within students and external factors arising from their surrounding environment. This study aims to describe truancy behavior among high school students in Blangkejeren District, Gayo Lues Regency. This research employed a quantitative approach with a descriptive research design. The research sample consisted of 250 students from grades X and XI selected using the proportionate stratified random sampling technique. Data were collected using a truancy behavior questionnaire with four response options. The data were analyzed using descriptive percentage analysis based on predetermined interval categories. The results showed that, in general, students’ truancy behavior was categorized as high (31.20%). This indicates that some students still frequently commit disciplinary violations, such as being absent without reason or intentionally leaving the classroom during learning hours. Based on the internal aspect, the indicator of students’ truancy behavior was categorized as moderate (48.80%). Meanwhile, in the external aspect, the family environment was categorized as moderate (46.00%), the school environment was categorized as moderate (36.80%), and the peer environment was categorized as very high (28.00%). These percentage differences indicate that among all external factors examined, only the peer environment was categorized as very high. From a developmental psychology perspective, this phenomenon is closely related to high adolescent conformity, in which students tend to engage in truancy in order to gain acceptance and maintain solidarity within their peer groups. Keywords: Truancy Behavior, High School Students, Internal Factors, External Factors, Peer Environment
NILAI-NILAI KARAKTER YANG TERKANDUNG DALAM TARIAN BINES DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Bahagia, 2023)
EVALUASI KEBERHASILAN PROGRAM INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (SAID IBAR, 2020)
KEBERADAAN SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SMP SE-KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (FIRDAUS, 2014)
HUBUNGAN SOCIAL BOND DENGAN PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) DI KOTA BANDA ACEH (Izazakia, 2017)
TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA GAYO PENJUAL DAN PEMBELI DI PASAR PAJAK PAGI KUTELINTANG KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES (Resky Anggara, 2016)