UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PADA ANAK DI DESA LAMTEH MELALUI RUMAH BACA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PADA ANAK DI DESA LAMTEH MELALUI RUMAH BACA


Pengarang

Nurfira Yuri Ramadhani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zulfan - 198606022015041003 - Dosen Pembimbing I
Firdaus Mirza Nusuary - 198610162019031009 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110101010066

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kemampuan membaca anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan pedesaan sering kali menghadapi tantangan akibat keterbatasan akses bahan bacaan di tingkat keluarga serta tingginya dominasi penggunaan gawai dalam aktivitas harian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kemampuan membaca anak di Desa Lamteh, Kabupaten Aceh Besar, serta membedah secara mendalam berbagai upaya yang dilakukan oleh Rumah Baca Lentera Habibi sebagai lembaga non- formal dalam meningkatkan kemampuan dan budaya membaca anak. Dengan menggunakan perspektif teori habitus, modal, dan lapangan (field) Pierre Bourdieu, penelitian ini mengoperasionalkan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur dengan berbagai pihak (pengelola, relawan, anak-anak, orang tua, guru, dan kepala desa), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kehadiran rumah baca, anak-anak berada dalam kondisi defisit modal budaya (cultural capital) dan memiliki habitus membaca yang negatif, di mana waktu luang lebih banyak dihabiskan untuk bermain gawai selama 2 hingga 4 jam sehari. Kehadiran Rumah Baca Lentera Habibi berhasil merestrukturisasi kebiasaan tersebut dengan berfungsi sebagai lapangan sosial (social field) baru melalui penyediaan koleksi buku, program belajar sambil bermain, bimbingan membaca interaktif (scaffolding) yang melibatkan relawan mahasiswa, serta peminjaman buku. Kehadiran rumah baca ini terbukti mentransformasi habitus anak, yakni menggeser persepsi membaca dari beban akademis sekolah yang membosankan menjadi aktivitas sosial yang menyenangkan, yang pada dampaknya meningkatkan kelancaran membaca anak serta mendukung prestasi belajar mereka di sekolah. Meskipun demikian, upaya ini masih menghadapi hambatan operasional berupa keterbatasan keragaman koleksi buku pelajaran/bimbingan membaca dasar, keterbatasan tenaga pengelola tetap, dan minimnya dukungan insentif operasional.

Kata Kunci: Budaya Literasi, Kemampuan Membaca, Rumah Baca Lentera
Habibi, Habitus, Modal Budaya, Lapangan Sosial.

The reading ability of elementary school-aged children in rural areas often faces significant challenges due to limited access to reading materials at home and the dominant use of electronic gadgets in daily routines. This study aims to analyze the reading skills of children in Lamteh Village, Aceh Besar Regency, and to examine in depth the various efforts undertaken by the Lentera Habibi Reading House as a non-formal institution to enhance children's reading abilities and literacy culture. Applying Pierre Bourdieu’s theoretical framework of habitus, capital, and field, this research employs a descriptive qualitative approach. Primary and secondary data were gathered through participatory observation, structured interviews with key stakeholders (managers, volunteer tutors, children, parents, teachers, and the village head), and documentation. The findings indicate that prior to the establishment of the reading house, children experienced a deficit in cultural capital and possessed a negative reading habitus, spending 2 to 4 hours daily on gadgets. The presence of the Lentera Habibi Reading House successfully restructured these habits by acting as a new social field through the provision of book collections, play-based learning programs, interactive reading guidance (scaffolding) involving student volunteers, and a book lending system. The reading house has successfully transformed the children's habitus by shifting their perception of reading from a tedious academic burden into an enjoyable social activity, which in turn improved their reading fluency and supported their academic performance at school. However, these efforts still encounter operational obstacles, including a limited variety of basic educational book collections, a shortage of permanent staff, and minimal operational incentive support. Keywords: Literacy Culture, Reading Ability, Lentera Habibi Reading House, Habitus, Cultural Capital, Social Field.

Citation



    SERVICES DESK