Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINGKAT AKSESIBILITAS INKLUSIF PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KOTA LHOKSEUMAWE (STUDI KASUS: LAPANGAN HIRAQ DAN TAMAN RIYADHAH)
Pengarang
RAYSA AL CHAIRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zainuddin - 197306042008011013 - Dosen Pembimbing I
Sri Batara Nurfajri Arisaputri - 199607042024062001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2204110010031
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Ruang terbuka publik memiliki peran penting sebagai sarana rekreasi, interaksi sosial, dan aktivitas masyarakat. Namun, ketersediaan fasilitas aksesibilitas yang memadai masih menjadi tantangan dalam mewujudkan ruang publik yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas pada Lapangan Hiraq dan Taman Riyadhah di Kota Lhokseumawe serta menganalisis persepsi dan kepuasan pengunjung terhadap fasilitas aksesibilitas yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain concurrent embedded strategy. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Responden penelitian dibatasi pada masyarakat umum dan penyandang disabilitas sebagai pengguna ruang terbuka publik. Analisis tingkat aksesibilitas menggunakan metode skoring dan normalisasi berdasarkan indikator aksesibilitas fisik yang mengacu pada Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2017, sedangkan persepsi dan kepuasan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi penyandang disabilitas, Lapangan Hiraq memperoleh nilai 17% dan Taman Riyadhah 13%, keduanya termasuk kategori sangat tidak aksesibel. Bagi masyarakat umum, Lapangan Hiraq memperoleh nilai 46% (cukup aksesibel) dan Taman Riyadhah 39% (tidak aksesibel). Hasil analisis persepsi dan kepuasan menunjukkan bahwa pengunjung pada kedua lokasi umumnya menilai fasilitas yang tersedia cukup mendukung aktivitas, namun aspek kenyamanan, keamanan, kemudahan mobilitas, dan kelengkapan fasilitas aksesibilitas masih perlu ditingkatkan. Rendahnya aksesibilitas disebabkan oleh belum tersedianya jalur pemandu, ramp sesuai standar, toilet aksesibel, rambu informasi, serta fasilitas yang belum memenuhi prinsip universal design. Peningkatan kualitas dan pemeliharaan fasilitas aksesibilitas serta koordinasi antarinstansi diperlukan untuk mewujudkan ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Lhokseumawe.
Kata Kunci: aksesibilitas; ruang terbuka publik; penyandang disabilitas; Kota Lhokseumawe; universal design.
Public open spaces play an important role as places for recreation, social interaction, and community activities. However, the availability of adequate accessibility facilities remains a challenge in creating inclusive public spaces, particularly for persons with disabilities. This study aims to assess the accessibility level of Hiraq Field and Riyadhah Park in Lhokseumawe City and to analyze visitors' perceptions and satisfaction regarding the available accessibility facilities. The study employed a mixed methods approach using a concurrent embedded strategy design. Data were collected through observations, questionnaires, interviews, and documentation. The respondents were limited to members of the general public and persons with disabilities as users of public open spaces. Accessibility was assessed using scoring and normalization methods based on the physical accessibility indicators stipulated in the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing (Permen PUPR) No. 14 of 2017, while visitors' perceptions and satisfaction were analyzed using descriptive quantitative methods. The results indicate that Hiraq Field and Riyadhah Park obtained accessibility scores of 17% and 13%, respectively, for persons with disabilities, both categorized as very inaccessible. For the general public, Hiraq Field scored 46% (moderately accessible), while Riyadhah Park scored 39% (inaccessible). The perception and satisfaction analysis revealed that visitors generally considered the available facilities to be fairly supportive of their activities. However, aspects related to comfort, safety, ease of mobility, and the completeness of accessibility facilities still require significant improvement. The low accessibility level was mainly caused by the absence of guiding paths, standard-compliant ramps, accessible toilets, information signage, and facilities that do not comply with universal design principles. Therefore, improving the quality and maintenance of accessibility facilities, along with strengthening inter-agency coordination, is essential to creating inclusive and sustainable public open spaces in Lhokseumawe City. Keywords: accessibility; public open space; persons with disabilities; Lhokseumawe City; universal design.
PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI THIRD PLACE DI KOTA BANDA ACEH (SYIFAURRAHMAH, 2025)
STUDI FUNGSI TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK (STUDI KASUS TAMAN RIYADAH DAN TAMAN PARDEDE DI KOTA LHOKSEUMAWE) (Yasir Amani, 2025)
EVALUASI FUNGSI FASILITAS RUANG TERBUKA HIJAU PADA TAMAN WISATA MEURAXA DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PUBLIK (SITI AFIFAH, 2024)
EFEKTIVITAS RUANG TERBUKA HIJAU KOTA LANGSA DITINJAU DARI KEBUTUHAN PENGUNJUNG (Zahratu Shafara Aiyub, 2024)
ANALISIS KENDALA PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN KRUENG BARO DI KOTA SIGLI PADA TAHUN 2021 (Rizka Afifah, 2025)