ANALISIS RESEPSI DEWASA AWAL TENTANG PERNIKAHAN PADA FILM ‘IPAR ADALAH MAUT’ DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS RESEPSI DEWASA AWAL TENTANG PERNIKAHAN PADA FILM ‘IPAR ADALAH MAUT’ DI BANDA ACEH


Pengarang

SALSABIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Anisah - 197801192009122003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210102010052

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Komunikasi., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi tentang pernikahan dalam film ‘Ipar Adalah Maut’ pada dewasa awal di kota Banda Aceh. Film drama ini menarik perhatian yang sangat luas karena secara khusus mengangkat isu konflik perselingkuhan yang terjadi di dalam lingkup keluarga inti. Melalui penggunaan pendekatan kualitatif deskriptif dan penerapan Teori Resepsi Stuart Hall yakni model encoding serta decoding, data utama penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam terhadap para informan. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa mayoritas dewasa awal menempati posisi dominan hegemonik. Para informan secara sepenuhnya mengadopsi pesan ideologis film yang sangat menekankan arti pentingnya menjaga keharmonisan, kejujuran, penegasan batasan interaksi terutama dengan non mahram, serta tanggung jawab moral guna mencegah terjadinya kehancuran sebuah rumah tangga. Penerimaan mutlak tersebut pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh adanya proses internalisasi nilai syariat agama Islam maupun norma sosial masyarakat di wilayah Banda Aceh. Kendati demikian, sebuah dinamika resepsi juga turut ditemukan dalam riset ini. Posisi negosiasi muncul ketika dewasa awal menyetujui seluruh pesan moral film namun mengkritik keras visualisasi adegan yang dianggap terlalu berlebihan. Sementara itu, posisi oposisi terlihat saat dewasa awal menormalisasi tindakan menampung keluarga di rumah berdasarkan realitas budaya gotong royong, sehingga mereka menolak representasi film yang membingkainya sebagai awal mula kehancuran pernikahan.

This study aims to analyze the reception of marriage in the film ‘Ipar Adalah Maut’ among young adults residing in Banda Aceh. This popular drama film attracted widespread attention by specifically highlighting the critical issue of infidelity conflicts occurring within the nuclear family. Using a descriptive qualitative approach and Stuart Hall’s Reception Theory, specifically the encoding and decoding model, primary data were collected through in-depth interviews with informants. The findings reveal that the majority of young adults occupy a dominant hegemonic position. Informants fully adopt the film’s ideological messages, emphasizing the importance of harmony, honesty, setting boundaries with non-mahrams, and moral responsibility to prevent a household collapse. This absolute acceptance is fundamentally influenced by the internalization of Islamic sharia values and social norms in Banda Aceh. However, a reception dynamic was also discovered in this study. The negotiated position emerged when young adults agreed with the film’s moral messages but strongly criticized the visual depiction of scenes, considering them excessive. Meanwhile, an oppositional position was evident when informants normalized accommodating extended family at home based on the cultural reality of gotong royong (mutual assistance). Consequently, they rejected the film’s discourse that framed this practice as the start of marital destruction.

Citation



    SERVICES DESK