PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DI PERAIRAN ALUE NAGA, KOTA BNADA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DI PERAIRAN ALUE NAGA, KOTA BNADA ACEH


Pengarang

SYUHAILA DEWI RIZKIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siska Mellisa - 198703052015042001 - Dosen Pembimbing I
Hengki Pradana - 199504242024061001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2211102010090

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banda Aceh merupakan salah satu kota yang berada di provinsi Aceh dan terdapat beberapa perairan salah satunya ialah perairan Alue Naga. Masyarakat yang tinggal di kawasan Gampong Alue Naga umumnya bekerja sebagai pencari kerang-kerangan (Bivalvia). Bivalvia yang umum dijumpai adalah kerang darah (Anadara granosa). Kerang darah dapat ditemukan di pantai laut pada substrat lumpur berpasir dengan kedalaman antara 10 m hingga 30 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ektoparasit pada kerang darah di perairan Alue Naga, serta menganalisis prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang kerang darah di perairan Alue Naga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode mikroskopis untuk identifikasi sampel. Parameter penelitian meliputi perhitungan prevalensi, intensitas, dan dominansi. Hasil penelitian menunjukan prevalensi kerang darah di lokasi I (Alue naga) paling tinggi dengan nilai Strongyloides stercoralis 83,33%, di lokasi II (Tibang) Strongyloides stercoralis 66,66%, di lokasi III (Syiah kuala) Strongyloides stercoralis 87,5%, Nilai intensitas di ketiga lokasi tergolong rendah 0-1,07. Nilai dominansi di lokasi I (Alue naga) ialah Strongyloides stercoralis 60%, di lokasi II (Tibang) Strongyloides stercoralis 64,28%, dan di lokasi III (Syiah kuala) Strongyloides stercoralis 69,76%. Nilai ini menunjukan bahwa perairan Alue naga masih tergolong baik untuk kehidupan kerang darah.
Kata kunci :
Kerang darah, prevalensi, intensitas, dominansi

Banda Aceh is a city in Aceh province and has several waters, one of which is the Alue Naga waters. People living in the Alue Naga village area generally work as shellfish (bivalvia) collectors. The most common bivalve is the blood cockle (Anadara granosa). Blood cockles can be found on the seashore on sandy mud substrates at depths between 10 m and 30 m. This study aims to identify ectoparasites in blood cockles in the Alue Naga waters, as well as to analyze the prevalence and intensity of ectoparasites that attack blood cockles in the Alue Naga waters. This study was conducted using microscopic methods for sample identification. Research parameters include calculating prevalence, intensity, and dominance. The results of the study showed that the prevalence of blood cockles in location I (Alue naga) was the highest with a value of Strongyloides stercoralis 83.33%, in location II (Tibang) Strongyloides stercoralis 66.66%, in location III (Syiah kuala) Strongyloides stercoralis 87.5%, The intensity value in all three locations was classified as low 0-1,07. The dominance value in location I (Alue naga) was Strongyloides stercoralis 60%, in location II (Tibang) Strongyloides stercoralis 64.28%, and in location III (Syiah kuala) Strongyloides stercoralis 69.76%. This value indicates that the waters of Alue naga are still classified as good for the life of blood cockles. Keywords: Blood cockles, prevalence, dominance, intensity

Citation



    SERVICES DESK