PERANCANGAN OCEANARIUM DI BANDA ACEH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN OCEANARIUM DI BANDA ACEH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA


Pengarang

M. ACHLIL AL FARISY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Irfandi - 197812232002121003 - Dosen Pembimbing I
Aghnia Zahrah - 199306072019032029 - Dosen Pembimbing II
Burhan Nasution - 197011022000031002 - Penguji
Zulfikar Taqiuddin - 196912232003121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

725.8

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perancangan Oceanarium di Banda Aceh dilatar belakangi oleh tingginya potensi sumber daya kelautan Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh, yang belum diimbangi dengan fasilitas edukasi, konservasi, dan rekreasi yang memadai. Oceanarium dirancang sebagai wadah pelestarian biota laut sekaligus sarana edukasi, penelitian, dan wisata yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut. Perancangan ini menggunakan pendekatan Arsitektur Metafora dengan menerapkan metafora konkret (tangible metaphor), yaitu mentransformasikan bentuk dan karakteristik paus sebagai inspirasi utama dalam pembentukan massa, fasad, serta pengalaman ruang bangunan. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, studi preseden, analisis tapak, analisis kebutuhan ruang, analisis sirkulasi, analisis utilitas, dan analisis struktur yang kemudian dikembangkan menjadi konsep perancangan. Tahapan perancangan meliputi identifikasi permasalahan, pengumpulan dan analisis data, penyusunan konsep tapak, konsep bentuk, konsep struktur, konsep utilitas, hingga pengembangan desain arsitektural berupa site plan, denah, tampak, potongan, dan perspektif bangunan. Hasil rancangan menghasilkan sebuah kompleks oceanarium yang mengintegrasikan fungsi konservasi, edukasi, penelitian, dan rekreasi dalam satu kawasan dengan sirkulasi yang efektif serta didukung sistem struktur dan utilitas yang sesuai dengan kebutuhan bangunan akuarium berskala besar. Penerapan pendekatan arsitektur metafora diharapkan mampu memperkuat identitas bangunan, meningkatkan daya tarik wisata, serta menghadirkan pengalaman ruang yang merepresentasikan kehidupan bawah laut sekaligus mendukung pelestarian biota laut di Kota Banda Aceh.
Kata kunci: Oceanarium, Arsitektur Metafora, Konservasi Biota Laut, Rekreasi Edukatif, Banda Aceh.

The design of the Oceanarium in Banda Aceh is motivated by the high potential of Indonesia's marine resources, particularly in Aceh Province, which has not been matched by adequate educational, conservation, and recreational facilities. The Oceanarium is designed as a place for marine biota conservation as well as a means of education, research, and tourism that can increase public awareness of the importance of maintaining marine ecosystems. This design uses a Metaphor Architecture approach by applying concrete metaphors (tangible metaphors), namely transforming the form and characteristics of whales as the main inspiration in the formation of the mass, facade, and experience of the building space. The design method is carried out through literature studies, precedent studies, site analysis, space requirements analysis, circulation analysis, utility analysis, and structural analysis which are then developed into a design concept. The design stages include problem identification, data collection and analysis, preparation of site concepts, form concepts, structural concepts, utility concepts, and development of architectural designs in the form of site plans, floor plans, elevations, sections, and building perspectives. The design results in an oceanarium complex that integrates conservation, education, research, and recreation functions in one area with effective circulation and supported by structural and utility systems that are appropriate to the needs of a large-scale aquarium building. The application of a metaphorical architectural approach is expected to strengthen the building's identity, enhance its tourist appeal, and provide a spatial experience that represents underwater life while supporting the conservation of marine life in Banda Aceh City. Keywords: Oceanarium, Metaphorical Architecture, Marine Biota Conservation, Educational Recreation, Banda Aceh.

PERANCANGAN OCEANARIUM DI BANDA ACEH (Monika Razifanur, 2020)

PERANCANGAN PERPUSTAKAAN UMUM WILAYAH DI KOTA BANDA ACEH (Rabi`atul Adawiyah Sara P, 2019)

PEMADAM WILAYAH KEBAKARAN KOTA BANDA ACEH (Fajar Wahyudi, 2013)

ACEH UTARA SHOPPING CENTER (Syarif Wahyu Shafarza, 2015)

PERANCANGAN PUJASERA DI BANDA ACEH (Ratu Fathin Raniya, 2020)

Citation



    SERVICES DESK