PERANCANGAN MUSEUM SENI BUDAYA ACEH DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN MUSEUM SENI BUDAYA ACEH DI BANDA ACEH


Pengarang

Faradika Meliani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Laina Hilma Sari - 198007122006042003 - Dosen Pembimbing I
Zulfikar Taqiuddin - 196912232003121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

727.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Museum merupakan institusi yang memiliki peran penting dalam upaya pelestarian warisan budaya melalui kegiatan pengembangan, perlindungan, pemanfaatan dan penyebarluasan informasi mengenai koleksinya kepada masyarakat. Perancangan Museum Seni Budaya Aceh didasarkan pada pentingnya upaya pelestarian dan pengenalan seni budaya Aceh kepada masyarakat. Selain berfungsi sebagai ruang pamer koleksi museum ini juga dirancang sebagai wadah penyelenggaraan berbagai kegiatan kebudayaan, seperti pameran temporer, pertunjukan seni, seminar, workshop dan kegiatan edukatif lainnya. Tujuan perancangan ini adalah merencanakan Museum Seni Budaya yang menarik dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular upaya menghadirkan bangunan yang mampu mempresentasikan identitas budaya Aceh dalam bentuk arsitektur yang sesuai dengan perkembangan masa kini. Penekanan desain pada objek rancangan ini yaitu dengan penggunaan warna-warna khas Aceh dan konsep secondary skin menggunakan ornamen khas Aceh dengan menggunakan material GRC (Fiber Glass Reinforce Concret). Pendekatan ini mengombinasikan nilai-nilai, karakter, serta elemen arsitektur tradisional Aceh dengan konsep neo-vernakular yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat modern.
Kata Kunci: Arsitektur Neo-Vernakular, Museum Seni Budaya, Kearifan Lokal Aceh

A museum is an institution preserving cultural heritage through activities of development, protection, utilization, and dissemination of information regarding its collections to the public. The design of the Aceh Cultural Arts Museum is based on the importance of preserving and introducing Acehnese arts and culture to the community. In additional to functioning as a space for displaying collection, this museum is also designed as a facility of organizing various cultural activities, such as temporary exhibitions, art performances, seminars, workshop, and other educational activities. The purpose of this design is to plan an attractive Cultural Arts Museum by applying a Neo-vernacular Architecture approach to create a building that is able to represent Aceh’s cultural identity through architectural expressions that are relevant to contemporary development. The design emphasis of this project focuses on the use of Acehnese traditional colors and the concept of a secondary skin featuring Acehnese ornaments, a distinctive Acehnese ornament, using GRC (Glass Fiber Reinforced Concrete) material. This approach combines the values, characteristic, and elements of Acehnese traditional architecture with a Neo-Vernacular concept that is more addaptive to the needs of modern society. Keywords: Neo-Vernacular architecture, Cultural Arts Museum, Aceh Local wisdom

Citation



    SERVICES DESK