Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERANCANGAN RUMAH SAKIT NEUROLOGI DI BANDA ACEH
Pengarang
DALIL ARRAYAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zulfikar Taqiuddin - 196912232003121001 - Dosen Pembimbing I
Hilda Mufiaty - 197502061999032001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2204104010041
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gangguan neurologi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan
disabilitas jangka panjang di dunia yang berdampak pada fungsi motorik, sensorik, dan
kognitif pasien. Di Provinsi Aceh, prevalensi stroke termasuk yang tertinggi di Indonesia
berdasarkan Riskesdas 2018, sementara pelayanan neurologi masih terpusat pada rumah
sakit umum sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan penanganan dan
rehabilitasi secara komprehensif. Kondisi tersebut mengakibatkan sebagian pasien harus
dirujuk ke luar daerah, yang berdampak pada meningkatnya biaya pengobatan,
keterlambatan penanganan, serta menurunnya kualitas pelayanan kesehatan. Selain
keterbatasan fasilitas, karakteristik pasien neurologi yang memiliki kebutuhan ruang dan
lingkungan berbeda menunjukkan perlunya pendekatan arsitektur yang mampu
mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh.
Perancangan ini bertujuan merancang Rumah Sakit Khusus Neurologi Tipe B
di Banda Aceh dengan konsep Hospital as a Healing Place yang diterapkan melalui
pendekatan Healing Environment. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam rancangan
yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga menghadirkan
lingkungan yang mendukung pemulihan fisik, psikologis, dan sosial pasien melalui
pengelolaan ruang, kualitas lingkungan binaan, serta pengalaman ruang yang lebih
manusiawi. Proses perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis karakteristik
pasien neurologi, standar perumahsakitan nasional, studi preseden, analisis kebutuhan
ruang, serta sintesis konsep sebagai dasar pengambilan keputusan desain.
Hasil perancangan berupa rumah sakit khusus neurologi yang menerapkan
organisasi ruang berdasarkan karakteristik kebutuhan pasien, sistem sirkulasi yang jelas
dan terintegrasi, optimalisasi pencahayaan alami dan penghawaan, penerapan healing
garden sebagai pusat orientasi ruang, serta penyediaan lingkungan yang mendukung
rehabilitasi dan interaksi pasien dengan keluarga. Pendekatan tersebut diharapkan
mampu meningkatkan kualitas pelayanan neurologi sekaligus memberikan pengalaman
ruang yang lebih nyaman, aman, dan mendukung proses penyembuhan. Perancangan ini
juga diharapkan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan fasilitas pelayanan
neurologi di Provinsi Aceh.
Neurological disorders have become one of the leading causes of disability and mortality worldwide, with stroke, Parkinson's disease, epilepsy, dementia, and other neurological conditions showing an increasing prevalence in Indonesia. Despite the growing number of patients, healthcare facilities that specifically provide integrated neurological services remain limited, particularly in Aceh Province. This condition highlights the need for a specialized neurological hospital capable of delivering comprehensive medical services while creating an environment that supports patients' physical, psychological, and emotional recovery. This final project proposes the design of a Type B Specialized Neurology Hospital in Banda Aceh by adopting the Healing Environment concept as the primary design approach. The design process employs a qualitative method through literature review, precedent studies, site analysis, and analysis of users' spatial requirements. The concept emphasizes the integration of natural elements into the built environment to reduce stress, improve comfort, and support the rehabilitation process of neurological patients. The design integrates therapeutic landscapes through a central courtyard, healing gardens, vertical healing gardens on roof gardens, natural lighting, cross ventilation, visual connectivity to green spaces, and intuitive spatial organization to enhance user orientation and accessibility. Functional zoning is organized into public, semi-public, and private areas, while circulation systems are designed to improve efficiency and minimize conflicts between patients, visitors, medical staff, and service activities. The resulting design is expected to provide a healthcare facility that not only fulfills medical and functional requirements but also promotes a holistic healing experience. By integrating architectural design with therapeutic environmental principles, the proposed hospital contributes to improving healthcare quality while supporting patient recovery and overall well-being.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT NEUROLOGI DI BANDA ACEH (DALIL ARRAYAN, 2026)
RUMAH SAKIT KANKER DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR FUNGSIONAL (Cut Putri Julia Sari, 2024)
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KANKER DI BANDA ACEH (KHAIRI ALMAFTUH NASUTION, 2025)
TINJAUAN KOMPETENSI PERAWAT PELAKSANA DALAM PENGKAJIAN SISTEM NEUROLOGI KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT SARAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2009 (Tusni Syafrizal, 2022)
RUMAH SAKIT JANTUNG DI BANDA ACEH (HIZRIANNUR AKHYAR, 2016)