RE-DESIGN PASAR INDUK TRADISIONAL LAMBARO, ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RE-DESIGN PASAR INDUK TRADISIONAL LAMBARO, ACEH BESAR


Pengarang

CUT NADYA.IS - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Nursaniah - 196810131999032002 - Dosen Pembimbing I
Sofyan - 197112071998021001 - Dosen Pembimbing II
Cut Dewi - 197807152002122002 - Penguji
Irzaidi - 196311301994121001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2204104010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasar Induk Tradisional Lambaro merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi
utama di Kabupaten Aceh Besar yang berperan penting dalam distribusi dan perdagangan
kebutuhan pokok masyarakat Aceh Besar. Namun, seiring dengan meningkatnya jumlah
pedagang dan aktivitasnya, pasar yang berdiri sejak 1896 ini sudah menjadi pusat perhatian
karena kondisi fisik serta tata ruang pasar mengalami penurunan kualitas dan
memprihatinkan. Re-design Pasar Induk Tradisional Lambaro bertujuan untuk
menciptakan pasar tradisional yang nyaman, tertata serta mampu menampung aktivitas
jual-beli masyarakat secara optimal. Saat ini, permasalahan pada pasar seperti sirkulasi
yang tidak efisien, area parkir yang tidak terorganisir, serta sistem drainase yang kurang
memadai menyebabkan kondisi pasar berada dalam kata kurang baik. Melalui penerapan
tema Green Architecture, re-design pasar berfokus pada pengoptimalan tata ruang melalui
penataan ulang area lapak dan parkir juga dirancang agar terkoordinasi dengan baik,
sehingga menciptakan sirkulasi pasar yang lancar dan efisien serta sistem utilitas yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Lambaro Traditional Wholesale Market is one of the main economic centers in Aceh Besar Regency, playing a vital role in the distribution and trade of essential goods for the local community. However, as the number of vendors and market activities has increased, this market, which has been operating since 1896, has become a major concern due to the deterioration of its physical condition and spatial organization. The re-design of Lambaro Traditional Wholesale Market aims to create a traditional market that is comfortable, well-organized, and capable of accommodating community trading activities more effectively. At present, several issues, including inefficient circulation, poorly organized parking areas, and inadequate drainage systems, have resulted in suboptimal market conditions. By adopting the Green Architecture approach, the re-design focuses on optimizing the spatial layout through the reorganization of vendor stalls and parking areas to ensure better coordination. This approach is intended to create smooth and efficient circulation while implementing environmentally friendly and sustainable utility systems.

Citation



    SERVICES DESK