PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA SPODOPTERA FRUGIPERDA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP HAMA SPODOPTERA FRUGIPERDA


Pengarang

HASNA ATHIFAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nur Pramayudi - 198010132006041001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105109010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kehadiran S. frugiperda di indonesia menjadi ancaman serius bagi produksi jagung nasional, sehingga pengendalian hama ini sangat diperlukan. Pestisida sering kali menjadi solusi utama untuk mengendalikan hama. Pengunaan pestisida nabati bisa menjadi alternatif untuk mengendalikan S. frugiperda dan mengurangi resiko resistensi. Ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu pestisida nabati untuk mengendalikan S. frugiperda yang memiliki kandungan senyawa aktif seperti papain, alkaloid, dan flavonoid yang bersifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentasi ekstrak daun pepaya terhadap hama S.frugiperda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan konsentrasi 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4% dengan masing-masing 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Pemberian perlakuan mengunakan metode kontaminasi pada pakan. Peubah yang diamati meliputi mortalitas larva, persentase penghambatan makan, persentase terbentuknya pupa, persentase imago yang muncul. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan uji BNT pada taraf (α=0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun pepaya berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva S. frugiperda pada konsentrasi tertentu. Perlakuan konsentrasi 4% ekstrak daun pepaya menghasilkan mortalitas larva S. frugiperda hingga mencapai 72,50% pada 7 hari setelah aplikasi (HSA), persentase penghambatan makan (antifeedant) 66,50% yang diamati 1 HSA. Persentase pupa terbentuk terendah pada konsentrasi ekstrak daun pepaya 4% yaitu 30,00%, Persentase imago yang muncul tertinggi pada konsentrasi ekstrak daun pepaya K0 (kontrol) yaitu 97,50% sedangkan terendah pada konsentrasi 4% yaitu 0,00%. Simpulan dari penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak daun pepaya berpengaruh nyata terhadap mortalitas, terbentukanyan pupa, dan munculnya imago. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya semakin tinggi mortalitas dan penghambatan makan. Sebaliknya, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun pepaya semakin rendah pula persebtase pupa terbentuk dan persentase imago yang muncul.

The presence of S. frugiperda in Indonesia poses a serious threat to national corn production, making pest control essential. Pesticides are often the primary solution for pest control. The use of botanical pesticides can be an alternative for controlling S. frugiperda and reducing the risk of resistance. Papaya leaf extract (Carica papaya L.) is one of the botanical pesticides for controlling S. frugiperda, containing active compounds such as papain, alkaloids, and flavonoids that have insecticidal properties. This study aims to determine the effect of papaya leaf extract concentration on S. frugiperda pests. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments with concentrations of 0%, 1%, 2%, 3%, and 4% with 4 replications each, resulting in 20 experimental units. The treatment was administered using the feed contamination method. The variables observed included larval mortality, percentage of feeding inhibition, percentage of pupa formation, and percentage of imago emergence. The data obtained were analyzed using the LSD test at a level of α=0.05. The results showed that the application of papaya leaf extract significantly affected the mortality of S. frugiperda larvae at certain concentrations. Treatment with a 4% concentration of papaya leaf extract resulted in S. frugiperda larval mortality of up to 72.50% 7 days after application (DAP), with a percentage of feeding inhibition (antifeedant) of 66.50% observed 1 DAP. The lowest percentage of pupae formed was at a 4% papaya leaf extract concentration, at 30.00%. The highest percentage of imago emergence was at a K0 (control) papaya leaf extract concentration, at 97.50%, while the lowest was at a 4% concentration, at 0.00%. The conclusion of the study indicates that the concentration of papaya leaf extract significantly affected mortality, pupa formation, and imago emergence. The higher the concentration of papaya leaf extract, the higher the mortality and feeding inhibition. On the other hand, the higher the concentration of papaya leaf extract, the lower the percentage of pupae formed and the percentage of imagos that appear.

Citation



    SERVICES DESK