PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN DI KAWASAN PERI URBAN DENGAN METODE SAMRN(SPECTRAL ANGLE MAPPER) DI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN DI KAWASAN PERI URBAN DENGAN METODE SAMRN(SPECTRAL ANGLE MAPPER) DI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Alfin Ghazali - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teti Arabia - 196109141986022001 - Dosen Pembimbing I
Laila Wijaya - 197201082001122002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1905108010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Aceh Besar meningkat setiap tahunnya, yang menyebabkan kebutuhan lahan untuk pembangunan perumahan baik oleh penduduk asli maupun penduduk pendatang. Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting dan merupakan faktor utama bagi kegiatan ekonomi, terutama pertanian, di Indonesia. Definisi lahan mencakup aspek-aspek lingkungan fisik seperti iklim, topografi, hidrologi, dan vegetasi alami yang berpotensi mempengaruhi penggunaan lahan. Penggunaan atau perubahan lahan melibatkan konversi penggunaan lahan dari satu kategori ke kategori lainnya, yang dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk, urbanisasi, dan peningkatan jumlah anggota kelompok berpenghasilan tinggi di daerah perkotaan. Konversi lahan merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam proses pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penggunaan lahan terbangun di kawasan peri urban Kabupaten Aceh Besar dan secara khusus mengidentifikasi dan memetakan perubahan penggunaan lahan terbangun antara tahun 2013 dan 2023. Perubahan penggunaan lahan terbangun pada kawasan kajian, penelitian ini menggunakan metode spectral angle mapper, dengan menggunakan teknik klasifikasi spectral angle mapper (SAM). Perubahan penggunaan lahan area terbangun di wilayah peri urban Aceh Besar dapat dipetakan dan dipantau secara efektif untuk perencanaan dan inisiatif pembangunan di masa depan. Tahapan dimulai dari mencari data citra kawasan peri urban tahun 2013 dan tahun 2023, pra pengolahan data yang harus dilakukan yaitu koreksi terhadap citra tersebut sampai masuk pada tahap pengolahan data yang di lakukan di software Envi dan arcGIS dengan metode spectral angle mapper yang tersedia pada software tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan lahan di kawasan peri urban pada tahun 2013 di dominasi oleh semak belukar yaitu 53,52% dari total keseluruhan luas penggunaan lahan dan diikuti dengan hutan 12,94%, sawah 24,24%, lahan terbuka 0.51%, badan air 1.13% dan pemukiman 7.65%. Namun pada tahun 2023 pemukiman mengalami peningkatan signifikan yaitu 17.40% dari total keseluruhan luas penggunaan lahan yang mencerminkan urbanisasi yang pesat. Luas lahan terbangun meningkat pada kurun waktu 10 tahun. Simpulan penelitian ini sejalan dengan hasil yang disebutkan, yaitu terjadi perubahan signifikan dalam penggunaan lahan terbangun di kawasan peri urban Kabupaten Aceh Besar antara tahun 2013 dan 2023. Peningkatan lahan terbangun, khususnya untuk kawasan pemukiman menunjukkan dinamika perkembangan wilayah yang cepat sebagai dampak dari pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kebutuhan terhadap sarana dan prasana. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam perencanaan tata ruang dan pengendalian pemanfaatan lahan di kawasan peri urban Kabupaten Aceh Besar. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan citra beresolusi lebih tinggi agar identifikasi perubahan penggunaan lahan dapat dilakukan dengan tingkat ketelitian yang lebih baik.

The population of Aceh Besar Regency is growing every year, leading to an increased demand for land for housing development by both native residents and newcomers. Land is a vital natural resource and a key factor in economic activities—particularly agriculture—in Indonesia. The definition of land encompasses physical environmental aspects such as climate, topography, hydrology, and natural vegetation that may influence land use. Land use or land-use change involves the conversion of land use from one category to another, which is influenced by population growth, urbanization, and an increase in the number of high-income individuals in urban areas. Land conversion is an inevitable part of the development process. This study aims to examine changes in built-up land use in the peri-urban areas of Aceh Besar Regency and, specifically, to identify and map changes in built-up land use between 2013 and 2023. To analyze changes in built-up land use in the study area, this research employs the Spectral Angle Mapper (SAM) method, utilizing the Spectral Angle Mapper (SAM) classification technique. Changes in land use within built-up areas in the peri-urban region of Aceh Besar can be effectively mapped and monitored to support future planning and development initiatives. The process begins with obtaining satellite imagery data of the peri-urban area from 2013 and 2023. The preliminary data processing involves correcting the imagery before proceeding to the data processing stage, which is conducted using Envi and ArcGIS software with the Spectral Angle Mapper method available in those programs. The results of this study show that land use in peri-urban areas in 2013 was dominated by shrubland, accounting for 53.52% of the total land area, followed by forest (12.94%), rice paddies (24.24%), open land (0.51%), water bodies (1.13%), and residential areas (7.65%). However, by 2023, residential areas had increased significantly to 17.40% of the total land use area, reflecting rapid urbanization. The area of built-up land increased over a 10-year period. The findings of this study are consistent with the aforementioned results, namely that there was a significant change in the use of built-up land in the peri-urban areas of Aceh Besar Regency between 2013 and 2023. The increase in built-up land, particularly in residential areas, reflects the rapid dynamics of regional development resulting from population growth and the increasing demand for infrastructure and public facilities. The results of this study are expected to serve as a basis for local government decision-making regarding spatial planning and land-use control in the peri-urban areas of Aceh Besar Regency. In addition, it is recommended that future studies use higher-resolution imagery so that changes in land use can be identified with greater accuracy.

Citation



    SERVICES DESK