Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH LAYOUT RUANG KOMUNAL TERHADAP POLA PERILAKU WARGA BINAAN DI LAPAS KELAS III LHOKNGA
Pengarang
DHEA FARISHA PUTRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Irzaidi - 196311301994121001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Haiqal - 197908122006041004 - Dosen Pembimbing II
Mirza Fuady - 197002242008121002 - Penguji
Pratitou Arafat - 198811202022031003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2204104010080
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lembaga Pemasyarakatan merupakan bagian dari sistem peradilan pidana yang menjalankan fungsi pelayanan, pembinaan, perawatan, pengamanan, dan pembimbingan terhadap penghuninya. Pelaksanaan fungsi tersebut tidak hanya berkaitan dengan program dan pengelolaan lembaga, tetapi juga dengan kondisi tata ruang tempat aktivitas berlangsung. Lapas Kelas III Lhoknga memiliki kapasitas hunian sebanyak 110 orang, sedangkan jumlah penghuninya mencapai 260 orang serta terdiri atas narapidana laki-laki dan perempuan yang ditempatkan dalam satu kompleks. Tingkat hunian yang tinggi, keterbatasan fasilitas, dan keberadaan kelompok pengguna yang berbeda berpotensi menimbulkan tumpang tindih fungsi, pola penggunaan ruang secara bersamaan, serta persoalan akses, privasi, keamanan, dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran layout ruang komunal terhadap pola perilaku warga binaan di Lapas Kelas III Lhoknga. Ruang komunal dipilih sebagai fokus penelitian karena berfungsi sebagai tempat berlangsungnya berbagai aktivitas bersama dan interaksi sosial, serta merupakan area yang dapat diamati dengan tetap mempertimbangkan batas keamanan, privasi, dan sensitivitas informasi pada lingkungan Lapas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi menggunakan metode behavioral mapping, wawancara dengan penghuni dan petugas pemasyarakatan, dokumentasi, serta studi pustaka. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi hubungan antara konfigurasi ruang, pola penggunaan ruang, pergerakan, dan interaksi sosial. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi penataan ruang komunal tanpa mengurangi kebutuhan pengawasan dan pelaksanaan pembinaan.
Kata kunci: Lembaga Pemasyarakatan, layout ruang komunal, behavioral mapping, pola perilaku, warga binaan.
Correctional facilities are part of the criminal justice system that perform functions related to service provision, rehabilitation, care, security, and guidance for their residents. The implementation of these functions is not only determined by institutional programs and management, but also by the spatial conditions in which daily activities take place. Lapas Class III Lhoknga has an official capacity of 110 residents, while its current population reaches 260 individuals, consisting of male and female inmates accommodated within the same complex. This high occupancy rate, limited facilities, and the presence of different user groups may lead to overlapping spatial functions, simultaneous use of communal areas, and issues related to access, privacy, security, and supervision. This study aims to analyze the role of communal space layout in shaping the behavioral patterns of residents at Lapas Class III Lhoknga. Communal spaces were selected as the focus of the study because they accommodate shared activities and social interactions, while also allowing observation within the limitations of security, privacy, and information sensitivity in the correctional environment. This research employs a qualitative approach, with data collected through observation using behavioral mapping, interviews with residents and correctional officers, documentation, and literature review. The data are analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing to identify the relationship between spatial configuration, patterns of space use, movement, and social interaction. The study is produce recommendations for communal space arrangement without compromising supervision and rehabilitation activities. Keywords: correctional facility, communal space layout, behavioral mapping, behavioral patterns, inmates.
PEMENUHAN HAK WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III LHOKNGA (ASIH PUTRI SORAYA, 2021)
PENANGGANAN WARGA BINAAN YANG MENGALAMI GANGGUAN JIWA PADA LEMBAGA PERMASYARAKATAN KELAS II-A BANDA ACEH (RIZKI ANDIKA MASYHUR, 2020)
STRATEGI PEMBERDAYAAN WARGA BINAAN (STUDI KASUS PADA PEMBINAAN KEMANDIRIAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB SIGLI) (RIJALUSSAUMI, 2023)
KOMUNIKASI PERSUASIF PETUGAS LAPAS DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN (MUHAMMAD GHOZY, 2025)
PEMBINAAN NARAPIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III LHOKNGA) (MARSELLA ASLAMITA PUTRO, 2026)