EVALUASI KESIAPAN MODERNISASI SISTEM IRIGASI MENGGUNAKAN METODE K-MEDOIDSCLUSTERING DI SALURAN SEKUNDERBLANG BINTANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KESIAPAN MODERNISASI SISTEM IRIGASI MENGGUNAKAN METODE K-MEDOIDSCLUSTERING DI SALURAN SEKUNDERBLANG BINTANG


Pengarang

Annisa Meta Oktavia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ichwana - 197301031998022001 - Dosen Pembimbing I
Dewi Sri Jayanti - 198106012006042002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205106010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Modernisasi irigasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan dalam pengelolaan sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sebelum modernisasi irigasi dapat diterapkan, diperlukan penilaian terhadap tingkat kesiapan sistem irigasi melalui Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) yang mencakup lima pilar utama, yaitu ketersediaan air, prasarana irigasi, sistem pengelolaan irigasi, institusi pengelola irigasi, dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan modernisasi Irigasi Blang Bintang berdasarkan nilai IKMI, mengelompokkan kondisi kinerja setiap pilar menggunakan metode K-Medoids Clustering, serta menyusun rencana dan rekomendasi pengembangan sebagai dasar peningkatan kesiapan modernisasi irigasi.
Penelitian dilaksanakan di Wilayah Ranting Irigasi Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar yang mencakup tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Ingin Jaya, Kota Baro, Barona Jaya, Darul Imarah, Blang Bintang, Darussalam, dan Baitussalam, dengan panjang saluran sekunder sekitar 57 km. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner kepada petani dan pengelola irigasi, serta pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) untuk menentukan tingkat kesiapan modernisasi irigasi dan metodeK-Medoids Clustering untuk mengelompokkan kondisi kinerja lima pilar modernisasi berdasarkan tingkat kemiripan karakteristiknya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilar ketersediaan air memperoleh nilai akhir sebesar 14,67 dengan nilai bobot 58,68dan termasuk dalam kategori cukup. Pilar prasarana irigasi memperoleh nilai akhir sebesar 13,17 dengan nilai bobot 65,85 dan juga berada pada kategori cukup. Pilar sistem pengelolaan irigasi memperoleh nilai akhir sebesar 14,17 dengan nilai bobot 70,85 dan termasuk kategori cukup. Sementara itu, pilar institusi pengelolaan irigasi memperoleh nilai akhir sebesar 9,27 dengan nilai bobot 37,08 dan termasuk kategori kurang, sedangkan pilar sumber daya manusia memperoleh nilai akhir sebesar 8,00 dengan nilai bobot 24,00 dan juga berada pada kategori kurang. Secara keseluruhan, IKMI pada Wilayah Ranting Irigasi Blang Bintang adalah 59,27, sehingga termasuk dalam kategori cukup. Nilai IKMI tersebut menunjukkan bahwa Wilayah Ranting Irigasi Blang Bintang belum sepenuhnya siap untuk menerapkan modernisasi irigasi, diperlukan upaya penyempurnaan sistem pengelolaan dengan memprioritaskan perbaikan pada aspek kelembagaan dan sumber daya manusia sebagai pilar yang memiliki nilai terendah.
Berdasarkan hasil analisis K-Medoids Clustering, diperoleh pengelompokan pilar pada tingkat kemiripan kinerjanya sehingga dapat ditentukan prioritas pengembangan secara lebih terarah. Pilar institusi pengelolaan irigasi dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta pengembangan kapasitas petugas dan petani melalui pelatihan. Pilar ketersediaan air, prasarana irigasi, dan sistem pengelolaan irigasi perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui optimalisasi distribusi air, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, serta penyempurnaan sistem operasi dan pemeliharaan.

Modernization of irrigation is one of the key efforts to improve the efficiency, effectiveness, and sustainability of irrigation system management in support of national food security. Before irrigation modernization can be implemented, it is necessary to assess the readiness level of the irrigation system using the Irrigation Modernization Readiness Index, which consists of five main pillars: water availability, irrigation infrastructure, irrigation management systems, irrigation management institutions, and human resources. This study aims to analyze the readiness level of the Blang Bintang Irrigation Area for modernization based on the, classify the performance of each pillar using the K-Medoids Clustering method, and formulate development plans and recommendations as a basis for improving irrigation modernization readiness. The research was conducted in the Blang Bintang Irrigation Branch Area, Aceh Besar Regency, which covers seven districts: Ingin Jaya, Kota Baro, Barona Jaya, Darul Imarah, Blang Bintang, Darussalam, and Baitussalam, with a secondary irrigation canal network of approximately 57 km in length. Data were collected through field observations, interviews, questionnaires distributed to farmers and irrigation managers, and secondary data obtained from relevant institutions. The collected data were analyzed using the Irrigation Modernization Readiness Index to determine the level of irrigation modernization readiness and the K-Medoids Clustering method to classify the performance conditions of the five modernization pillars based on the similarity of their characteristics. The results showed that the water availability pillar obtained a final score of 14.67 with a weighted score of 58.68, which falls into the fair category. The irrigation infrastructure pillar achieved a final score of 13.17 with a weighted score of 65.85, also classified as fair. The irrigation management system pillar obtained a final score of 14.17 with a weighted score of 70.85, likewise categorized as fair. Meanwhile, the irrigation management institution pillar recorded a final score of 9.27 with a weighted score of 37.08, placing it in the poor category. The human resources pillar obtained a final score of 8.00 with a weighted score of 24.00, which was also classified as poor. Overall, the Irrigation Modernization Readiness Index for the Blang Bintang Irrigation Branch Area was 59.27, indicating a fair level of readiness. This score suggests that the Blang Bintang Irrigation Branch Area is not yet fully prepared to implement irrigation modernization. Therefore, improvements in the irrigation management system are required, with priority given to strengthening institutional capacity and human resources, as these pillars received the lowest scores. Based on the results of the K-Medoids Clustering analysis, the five pillars were grouped according to the similarity of their performance levels, enabling development priorities to be identified more effectively. The irrigation management institution and human resources pillars were identified as the highest priorities for improvement through institutional strengthening, enhanced inter-agency coordination, and capacity building for irrigation personnel and farmers through training programs. Meanwhile, the water availability, irrigation infrastructure, and irrigation management system pillars should be maintained and continuously improved through the optimization of water distribution, rehabilitation and maintenance of irrigation networks, and refinement of irrigation operation and maintenance systems.

Citation



    SERVICES DESK