Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PENGHUNI TINGGAL DI RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA) KOTA BANDA ACEH
Pengarang
CUT TAKHSA ADNAYYA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Yunita Arafah - 198106032005012002 - Dosen Pembimbing I
Sri Batara Nurfajri Arisaputri - 199607042024062001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2204110010017
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : .,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan program penyediaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk menyediakan tempat tinggal layak dan terjangkau. Keputusan penghuni untuk tinggal di Rusunawa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penghuni, menganalisis faktor yang memengaruhi keputusan penghuni tinggal di Rusunawa Kota Banda Aceh, serta menganalisis hubungan karakteristik penghuni dengan faktor keputusan tinggal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif di Rusunawa Keudah dan Rusunawa Lampulo. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis faktor, analisis buffer, dan uji Kruskal-wallis. Hasil penelitian menunjukkan responden Rusunawa Kota Banda Aceh didominasi penghuni menikah (87%), memiliki empat anggota keluarga (39%), berasal dari luar Kota Banda Aceh (74%), berpendapatan keluarga Rp3.000.001–Rp4.000.000 (58%), sebelumnya menempati rumah sewa (67%), telah tinggal lebih dari empat tahun (46%), serta seluruhnya tinggal di Rusunawa atas kemauan sendiri. Penelitian ini menemukan ketidaksesuaian karakteristik penghuni dengan ketentuan, meliputi jumlah anggota keluarga melebihi batas, dominasi penghuni luar Kota Banda Aceh di Rusunawa Keudah, perbedaan batas MBR antara regulasi dan persepsi pengelola, tidak konsistennya persyaratan administrasi, serta masa tinggal yang melebihi ketentuan. Analisis faktor menghasilkan empat faktor yang memengaruhi keputusan tinggal, yaitu faktor aksesibilitas, desain hunian dan lingkungan (30,423%), kondisi sosial, empati dan pemeliharaan (20,538%), biaya dan lokasi (10,676%), serta pasar perumahan dan kondisi fisik (8,747%). Uji Kruskal-wallis menunjukkan status perkawinan berhubungan signifikan dengan faktor kondisi sosial, empati dan pemeliharaan, pendapatan berhubungan dengan faktor aksesibilitas, desain hunian dan lingkungan serta faktor pasar rumah dan kondisi fisik, sedangkan status hunian sebelumnya berhubungan dengan faktor aksesibilitas, desain hunian dan lingkungan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penegasan regulasi secara konsisten oleh pengelola, penguatan mekanisme seleksi dan evaluasi penghuni, dan penyeragaman regulasi. Faktor dominan dan hasil uji kruskal-wallis dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pengelolaan dan pengembangan Rusunawa yang mempertimbangkan preferensi penghuni sesuai sasaran kedepannya.
Rusunawa are a housing program for Low-Income Communities that provides decent and affordable housing. Residents' decisions to live in Rusunawa are influenced by various factors. This study aims to identify the characteristics of Rusunawa residents, analyze the factors influencing their decision to live in Rusunawa in Banda Aceh City, and examine the relationship between residents' characteristics and these factors. The study employed quantitative and qualitative approaches in Rusunawa Keudah and Rusunawa Lampulo. Data were collected through questionnaires, interviews, and observations and analyzed using descriptive analysis, factor analysis, buffer analysis, and the Kruskal–Wallis test. The results showed that most respondents were married (87%), had four family members (39%), came from outside Banda Aceh City (74%), had a household income of IDR 3,000,001–4,000,000 (58%), previously lived in rented houses (67%), had resided in Rusunawa for more than four years (46%), and all chose to live in Rusunawa voluntarily. The study also found inconsistencies between residents' characteristics and the regulations, including household size, place of origin, MBR income criteria, administrative requirements, and length of stay. Factor analysis identified four factors influencing residents' decisions: accessibility; housing design and neighborhood environment (30.423%); social conditions, empathy, and maintenance (20.538%); cost and location (10.676%); and housing market and physical conditions (8.747%). The Kruskal–Wallis test showed significant relationships between marital status and the social conditions, empathy, and maintenance factor; household income and the accessibility, housing design and neighborhood environment factor as well as the housing market and physical conditions factor; and previous housing tenure and the accessibility, housing design and neighborhood environment factor. These findings imply the need for consistent regulatory enforcement, strengthened resident selection and evaluation mechanisms, and regulatory harmonization. The dominant factors and the Kruskal–Wallis test results can serve as a basis for formulating policy recommendations for the management and development of Rusunawa based on residents' preferences while ensuring that the program continues to target its intended beneficiaries.
PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEWA (RUSUNAWA) DI KELURAHAN KEUDAH KECAMATAN KUTA RAJA KOTA BANDA ACEH (Cut Lusiana, 2025)
HUBUNGAN KEPADATAN DENGAN STRES PADA WARGA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUSNAWA) DI GAMPONG KEUDAH BANDA ACEH (Bayu Permadi, 2016)
PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DI BANDA ACEH TEMA : ARSITEKTUR TROPIS (Atika Fadhila, 2018)
URBAN HOUSING DEMAND PADA RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA KEUDAH DI BANDA ACEH (ALWI FAJRI, 2022)
PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEDERHANA MILIK (RUSUNAMI) DI BANDA ACEH TEMA: ARSITEKTUR TROPIS (Fithrya Hidayati, 2018)