INDIKATIF AREA BANJIR DI KABUPATEN SIMEULUE MENGGUNAKAN HEC-RAS (STUDI KASUS: SUNGAI LUAN LASIKIN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INDIKATIF AREA BANJIR DI KABUPATEN SIMEULUE MENGGUNAKAN HEC-RAS (STUDI KASUS: SUNGAI LUAN LASIKIN)


Pengarang

YENNI SARA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing I
Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2205108010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banjir umumnya terjadi pada wilayah yang berada disekitar aliran sungai serta pada
daerah dengan tingkat resapan air yang rendah. Khususnya pada Sungai Luan Lasikin,
merupakan wilayah yang sering mengakibatkan terjadinya banjir. Kejadian banjir di wilayah
tersebut berdampak pada infrastruktur jalan dan juga menggenangi rumah warga. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui sebaran area genangan banjir pada daerah yang berada dekat
dengan Sungai Luan Lasikin di Kabupaten Simeulue berdasarkan hasil simulasi HEC-RAS.
Penelitian dilaksanakan di Sungai Luan Lasikin, pengolahan dan analisis data dilakukan di
Laboratorium Pengindraan jauh dan Kartografi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala
dari Desember 2025 hingga Maret 2026.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan spasial.
Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan memetakan sebaran area
kumpulan banjir secara spasial berdasarkan simulasi model hidraulika HEC-RAS.
Pendekatan spasial digunakan untuk pengolahan analisis data numerik dengan
memperhatikan lokasi dan distribusi geografis dengan menggunakan data DEMNAS, data
debit, dan sistem informasi geografis. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data,
pengolahan data, tahapan simulasi serta analisis daerah terdampak.
Berdasarkan hasil analisis hidrologi menggunakan data curah hujan, diperoleh curah
hujan rencana dan debit banjir rencana dengan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS)
Nakayasu. Debit banjir rencana tersebut kemudian digunakan sebagai data input dalam
simulasi aliran tidak tetap (Unsteady Flow) menggunakan HEC-RAS. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa luas area genangan banjir meningkat seiring bertambahnya Periode
Ulang (PU), yaitu sebesar 212,16 ha pada PU 2 tahun, 237,21 ha pada PU 5 tahun, 254,94
ha pada PU 10 tahun, dan 272,06 ha pada PU 20 tahun. Hasil identifikasi menunjukkan
bahwa wilayah yang berpotensi terdampak banjir meliputi Desa Simpang Abail, Desa
Nancawa, dan Desa Labuah. Selanjutnya, dilakukan validasi lapangan untuk
membandingkan hasil peodelan dengan kondisi aktual, yang menunjukkan adanya
kesesuaian antara hasil simulasi dan kondisi di lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebaran area genangan banjir
pada Sungai Luan Lasikin semakin meluas seiring meningkatnya periode ulang banjir. Selain
itu hasil validasi lapangan menunjukkan bahwa terdapat tiga desa yang berpotensi terdampak
genangan banjir, yaitu Desa Simpang Abail, Desa Nancawa, dan Desa Labuah. Ketiga desa
tersebut memiliki kesesuaian antara lokasi genangan hasil simulasi dengan kondisi lapangan.
Sehingga, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam
mengidentifikasi wilayah yang berpotensi terdampak banjir.

Floods commonly occur in areas surrounding river flows and regions with low water infiltration capacity. The Luan Lasikin River in Simeulue Regency is particularly prone to flooding, which has impacted road infrastructure and inundated residential areas. This study aims to identify the spatial distribution of flood inundation near the Luan Lasikin River based on HEC-RAS simulations. Research was conducted from December 2025 to March 2026, with data processing carried out at the Remote Sensing and Cartography Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. A descriptive method with a spatial approach was employed, integrating DEMNAS data, discharge records, and geographic information systems. Hydrological analysis using rainfall data produced design rainfall and flood discharge estimates through the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method. These values were then applied as input for unsteady flow simulations in HEC-RAS. Results indicate that inundation areas expand with increasing return periods: 212.16 ha for 2 years, 237.21 ha for 5 years, 254.94 ha for 10 years, and 272.06 ha for 20 years. The affected areas include Simpang Abail, Nancawa, and Labuah villages. Field validation confirmed consistency between simulation outputs and actual conditions. The findings demonstrate that flood inundation in the Luan Lasikin River region intensifies with longer return periods, highlighting three villages as highly vulnerable. This study provides essential baseline information for identifying flood-prone areas and supporting disaster mitigation planning in Simeulue Regency.

Citation



    SERVICES DESK