CONTRIBUTION OF MONETARY POLICY AND FINANCIAL INCLUSION ON GDP IN INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

CONTRIBUTION OF MONETARY POLICY AND FINANCIAL INCLUSION ON GDP IN INDONESIA


Pengarang

SARAH SHAFURA SARAGIH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Talbani Farlian - 197604222002121003 - Dosen Pembimbing I
Nur Aidar - 197502182006042001 - Dosen Pembimbing II
Nanda Rahmi - 198409272015042002 - Penguji
Muhammad Ilhamsyah Siregar - 197807262002121002 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2201101010132

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi Pembangunan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

This study aims to analyze the contribution of monetary policy, financial inclusion and direct investment as control variables to Indonesia's Gross Domestic Product (GDP). Monetary policy is measured using interest rate instruments and the money supply, while financial inclusion in this study is measured by the number and volume of electronic money (e-money) transactions. The data used consisted of quarterly secondary data from the period 2012 to 2025, which was analyzed using the Autoregressive Distributed Lag-Error Correction Model (ARDL-ECM) method. The results show that there is a stable long-term cointegration relationship between monetary policy, financial inclusion, direct investment, and real GDP in Indonesia. In the short term, the money supply (M1) has a positive coefficient but not significant effect, while the BI Rate, the number of e-money cards, the growth of e-money transaction volume, and direct investment do not show a significant influence due to the time lag in monetary policy transmission, the dominance of small value digital transactions, and the investment realization process that takes time. Meanwhile, in the long term, only the number of e-money cards as an indicator of the dimension of access to financial inclusion has a positive and significant effect on real GDP through increasing transaction efficiency. On the other hand, the growth of e-money transactions volume, direct investment, BI Rate, and M1 does not have a significant effect on real GDP. Bank Indonesia needs to improve the effectiveness of monetary policy transmission by strengthening interest rate pass-through, optimizing liquidity management, and encouraging credit to productive sectors. In addition, Bank Indonesia should continue expanding digital financial inclusion by increasing e-money adoption, improving digital financial literacy, expanding digital payment acceptance, and periodically evaluating e-money balance and transaction limits while maintaining payment system security and financial stability.
Keywords: Monetary Policy, Financial Inclusion, Direct Investment, GDP, ARDL-ECM

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kebijakan moneter, inklusi keuangan, dan investasi langsung sebagai variabel pengendali terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kebijakan moneter diukur menggunakan instrumen suku bunga dan jumlah uang beredar, sedangkan inklusi keuangan dalam penelitian ini diukur berdasarkan jumlah dan volume transaksi uang elektronik (e-money). Data yang digunakan terdiri dari data sekunder triwulanan periode 2012 hingga 2025, yang dianalisis menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag-Error Correction Model (ARDL-ECM). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan kointegrasi jangka panjang yang stabil antara kebijakan moneter, inklusi keuangan, investasi langsung, dan PDB riil di Indonesia. Dalam jangka pendek, jumlah uang beredar (M1) memiliki koefisien positif namun tidak signifikan, sedangkan BI Rate, jumlah kartu e-money, pertumbuhan volume transaksi e-money, dan investasi langsung tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan akibat adanya jeda waktu dalam transmisi kebijakan moneter, dominasi transaksi digital bernilai kecil, serta proses realisasi investasi yang memakan waktu. Sementara itu, dalam jangka panjang, hanya jumlah kartu uang elektronik sebagai indikator dimensi akses terhadap inklusi keuangan yang memiliki efek positif dan signifikan terhadap PDB riil melalui peningkatan efisiensi transaksi. Di sisi lain, pertumbuhan volume transaksi uang elektronik, investasi langsung, BI Rate, dan M1 tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap PDB riil. Bank Indonesia perlu meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dengan memperkuat penularan suku bunga, mengoptimalkan pengelolaan likuiditas, dan mendorong pemberian kredit ke sektor-sektor produktif. Selain itu, Bank Indonesia sebaiknya terus memperluas inklusi keuangan digital dengan meningkatkan adopsi uang elektronik, meningkatkan literasi keuangan digital, memperluas penerimaan pembayaran digital, serta mengevaluasi secara berkala batas saldo dan transaksi uang elektronik sambil tetap menjaga keamanan sistem pembayaran dan stabilitas keuangan. Kata kunci: Kebijakan Moneter, Inklusi Keuangan, Investasi Langsung, PDB, ARDL-ECM

Citation



    SERVICES DESK