DETERMINAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

DETERMINAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RSUD MEURAXA KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muammar Dhiaul Haqq - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hajjul Kamil - 196803071990021001 - Dosen Pembimbing I
Teuku Tahlil - 197202042001121001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2412201010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S2) / PDDIKTI : 14101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Burnout merupakan masalah psikologis yang sering dialami perawat akibat tingginya tuntutan pekerjaan dan dapat berdampak pada kualitas pelayanan serta keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan burnout pada perawat di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 324 perawat dan sampel penelitian berjumlah 250 perawat yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri dari Maslach Burnout Inventory (MBI), kuesioner dukungan organisasi, penghargaan, sumber daya manusia, dan kepuasan kerja. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode self-report. Analisis data dilakukan melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan organisasi, penghargaan, sumber daya manusia, dan kepuasan kerja berhubungan signifikan dengan burnout (p0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber daya manusia merupakan faktor paling dominan terhadap burnout (p=0,001; OR=0,228; 95% CI=0,094–0,554). Kondisi sumber daya manusia yang baik menurunkan risiko burnout sebesar 77,2%. Oleh karena itu, optimalisasi manajemen sumber daya manusia perlu menjadi prioritas RSUD Meuraxa kota Banda Aceh dalam pencegahan burnout dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

Burnout is a psychological condition commonly experienced by nurses due to high job demands and may negatively affect the quality of healthcare services and patient safety. This study aimed to analyze the determinants of burnout among nurses at Meuraxa Regional General Hospital, Banda Aceh, Indonesia. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 324 nurses, and a sample of 250 nurses was selected using a simple random sampling technique. Data were collected using structured questionnaires, including the Maslach Burnout Inventory (MBI), organizational support questionnaire, reward questionnaire, human resources questionnaire, and job satisfaction questionnaire. The data collection method was based on self-report. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that organizational support, rewards, human resources, and job satisfaction were significantly associated with burnout (p < 0.05), whereas age, gender, educational level, and length of employment were not significantly associated with burnout (p > 0.05). Multivariate analysis revealed that human resources was the most dominant factor associated with burnout (p = 0.001; OR = 0.228; 95% CI = 0.094–0.554). Effective human resource management reduced the risk of burnout by 77.2%. Therefore, optimizing human resource management should become a priority for Meuraxa Regional General Hospital, Banda Aceh, in preventing burnout and improving the quality of nursing care.

Citation



    SERVICES DESK