EFEKTIVITAS KOMUNIKASI VISUAL DAN GESTURAL TERHADAP PENINGKATAN KOMUNIKASI FUNGSIONAL PASIEN STROKE DENGAN AFASIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI VISUAL DAN GESTURAL TERHADAP PENINGKATAN KOMUNIKASI FUNGSIONAL PASIEN STROKE DENGAN AFASIA


Pengarang

Liska Ainanur - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Husna - 197606262003122003 - Dosen Pembimbing I
Marlina - 197704092003122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2412201010021

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S2) / PDDIKTI : 14101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keperawatan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Afasia merupakan gangguan bahasa pada pasien stroke yang mengganggu kemampuan
komunikasi fungsional serta dapat berdampak pada interaksi sosial dan kualitas hidup.
Komunikasi visual dan gestural memanfaatkan media visual dan gerakan tubuh sebagai
strategi komunikasi alternatif untuk membantu pasien mengekspresikan dan
memahami pesan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi
komunikasi visual dan gestural terhadap kemampuan komunikasi fungsional pasien
stroke dengan afasia. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan
pendekatan pretest-posttest control group design pada 70 pasien afasia yang dibagi
menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan latihan
komunikasi visual dan gestural yang dikombinasikan dengan terapi wicara selama 10
hari, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi wicara rutin.
Kemampuan komunikasi fungsional diukur menggunakan Derby Functional
Communication Scale dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney U-test.
Sebelum intervensi, kedua kelompok memiliki kemampuan komunikasi fungsional
yang sama, yaitu pada median 7 yang menunjukkan keterbatasan dalam
mengekspresikan pesan, berinteraksi, dan memahami komunikasi. Setelah intervensi,
median skor kelompok intervensi meningkat menjadi 11 (p = 0,001), sedangkan
kelompok kontrol tetap pada median 7 (p = 0,206). Terdapat perbedaan bermakna
kemampuan komunikasi fungsional antara kedua kelompok pada pengukuran posttest
(p=0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi visual dan gestural efektif
meningkatkan kemampuan komunikasi fungsional pasien stroke dengan afasia.
Diharapkan intervensi ini dapat menjadi intervensi pendukung dalam rehabilitasi
keperawatan pada pasien afasia.

Aphasia is a language disorder in stroke patients that impairs functional communication and adversely affects social interaction and quality of life. Visual and gestural communication utilizes visual aids and body movements as alternative communication strategies to facilitate patients in expressing and comprehending messages. This study aimed to analyze the effect of a visual and gestural communication intervention on the functional communication abilities of stroke patients with aphasia. A quasiexperimental study with a pretest-posttest control group design was conducted involving 70 patients with aphasia who were assigned to intervention and control groups. The intervention group received visual and gestural communication training combined with speech therapy for 10 days, whereas the control group received routine speech therapy only. Functional communication ability was assessed using the Derby Functional Communication Scale (DFCS). Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and the Mann–Whitney U test. Before the intervention, both groups had comparable functional communication abilities with a median score of 7, indicating limitations in expressing messages, interacting, and understanding communication. Following the intervention, the median DFCS score in the intervention group increased to 11 (p = 0.001), whereas the control group remained unchanged with a median score of 7 (p = 0.206). A significant difference in posttest functional communication ability was found between the two groups (p = 0.001). These findings suggest that visual and gestural communication effectively improve functional communication in stroke patients with aphasia. Therefore, this intervention may be considered a complementary approach to nursing rehabilitation for patients with aphasia.

Citation



    SERVICES DESK