Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PENGELOLAAN PERIKANAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) MENGGUNAKAN DOMAIN TATA KELOLA DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
RADIANSAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Edy Miswar - 197908162006041003 - Dosen Pembimbing I
Zahra Afranisa - 199706212024062003 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2211103010065
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK Ikan depik (Rasbora tawarensis) merupakan ikan endemik Danau Lut Tawar yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. Populasi ikan depik terus mengalami penurunan akibat tingginya tekanan penangkapan, lemahnya pengawasan, dan belum optimalnya tata kelola perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi tata kelola perikanan depik berdasarkan pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) serta menyusun rekomendasi perbaikan tata kelola untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2026 di lima desa di Kecamatan Lut Tawar, yaitu Desa Rawe, Toweren, Pedemun, One-One, dan Hakim Bale. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik stratified random sampling. Penelitian ini memperoleh data melalui wawancara, penyebaran kuesioner kepada 36 responden, dan studi literatur. Penelitian ini menganalisis data menggunakan indikator domain tata kelola EAFM yang meliputi kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan berkelanjutan, kelengkapan aturan hukum, kearifan lokal, mekanisme pengambilan keputusan, dan kebijakan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator memperoleh skor 2 (kategori sedang). Penelitian ini memperoleh nilai komposit domain tata kelola sebesar 733,2 dengan model bendera kuning. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tata kelola perikanan depik telah mengarah pada penerapan prinsip-prinsip perikanan berkelanjutan, tetapi implementasinya belum optimal. Penelitian ini mengidentifikasi kendala utama berupa lemahnya pengawasan, belum lengkapnya regulasi, menurunnya penerapan kearifan lokal, serta belum optimalnya partisipasi pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pengelolaan perikanan depik memerlukan penguatan kelembagaan, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, optimalisasi kearifan lokal, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan pemerintah melalui pembinaan dan pemberdayaan nelayan untuk mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan Kata kunci: Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), tata kelola, ikan depik, Danau Lut Tawar.
ABSTRACT Depik fish (Rasbora tawarensis) is an endemic species of Lake Lut Tawar with high ecological and economic value. However, its population has continued to decline due to intense fishing pressure, weak monitoring and enforcement, and suboptimal fisheries governance. This study aimed to analyze the governance of the depik fishery based on the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) and to formulate recommendations for improving governance to support sustainable fisheries management. The study was conducted in April 2026 in five villages of Lut Tawar District, namely Rawe, Toweren, Pedemun, One-One, and Hakim Bale. A survey method with a stratified random sampling technique was employed. Data were collected through field interviews, questionnaires administered to 36 respondents, and a literature review. Data were analyzed using the governance domain indicators of EAFM, including compliance with sustainable fisheries principles, completeness of legal regulations, local wisdom, decision-making mechanisms, and ecosystem-based fisheries management policies. The results showed that all governance indicators obtained a score of 2 (moderate category). The governance domain achieved a composite score of 733.2, corresponding to the yellow-flag category. These findings indicate that the governance of the depik fishery has adopted the principles of sustainable fisheries management; however, their implementation has not yet been optimal. The main constraints identified were weak monitoring and enforcement, incomplete regulations, declining implementation of local wisdom, and limited stakeholder participation. Therefore, improving the governance of the depik fishery requires strengthening institutions, enhancing monitoring and law enforcement, optimizing the implementation of local wisdom, increasing community participation, and reinforcing government support through capacity building and fisher empowerment to achieve sustainable fisheries management. Keywords: Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM), fisheries governance, depik fish, Lake Lut Tawar.
DISTRIBUSI IKAN ENDEMIK RASBORA TAWARENSIS (IKAN DEPIK) DI PERAIRAN DANAU LAUT TAWAR TAKENGON ACEH TENGAH (Dwi purwanti, 2022)
ANALISIS PENGELOLAAN PERIKANAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) MENGGUNAKAN DOMAIN TATA KELOLA DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (RADIANSAH, 2026)
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) DI DANAU LAUT TAWAR, ACEH TENGAH (Ilham Raza, 2022)
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN IKAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS)RN DENGAN IKAN RELO (RASBORA SP.) DI DANAU LAUT TAWARRNKABUPATEN ACEH TENGAH (Maskur Alamsyah, 2014)
JUMLAH BAKTERI PADA IKAN DEPIK (RASBORA TAWARENSIS) KERING YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL TAKENGON,ACEH TENGAH (Sona Betharry Muhammad, 2021)