STUDI TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG (PELAT LANTAI, BALOK, DAN KOLOM) LANTAI 2 PADA PROYEK PEMBANGUNAN RS BUNDA THAMRIN ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR BETON BERTULANG (PELAT LANTAI, BALOK, DAN KOLOM) LANTAI 2 PADA PROYEK PEMBANGUNAN RS BUNDA THAMRIN ACEH


Pengarang

Aqifah Nayla - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nora Abdullah - 197307101998022003 - Dosen Pembimbing I
Said Amir Azan - 197305221998021002 - Dosen Pembimbing II
Mahlil - 198711062018011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2304001010030

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Sipil (D3)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pekerjaan struktur beton bertulang merupakan tahapan utama dalam pembangunan gedung bertingkat karena berfungsi sebagai elemen yang menahan beban bangunan. Keberhasilan pelaksanaan pekerjaan struktur sangat dipengaruhi oleh metode pelaksanaan, pengendalian mutu, penggunaan alat, serta kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang pada lantai 2 Proyek Pembangunan RS Bunda Thamrin Aceh serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membandingkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan terhadap ketentuan SNI 2847:2019 dan spesifikasi teknis proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang telah dilaksanakan sesuai tahapan pekerjaan, yaitu pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, curing, dan pengendalian mutu. Pengecoran kolom dilakukan menggunakan tower crane dengan concrete bucket, sedangkan pengecoran balok dan pelat lantai menggunakan concrete pump secara monolit. Pengendalian mutu dilakukan melalui pemeriksaan pembesian, bekisting, serta pengujian slump test dengan hasil 12 cm dan 13 cm, yang masih memenuhi spesifikasi proyek sebesar 12 ± 2 cm. Perawatan beton dilakukan dengan metode penyiraman dan penggenangan menggunakan air dari sumur bor di lokasi proyek. Selama pelaksanaan pekerjaan terdapat beberapa kendala, yaitu keterlambatan material akibat banjir, curah hujan yang tinggi, gangguan listrik, dan keterbatasan tenaga kerja. Kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi yang baik, penggunaan genset, penyesuaian jadwal kerja, serta penambahan tenaga kerja. Berdasarkan hasil evaluasi, pelaksanaan pekerjaan struktur beton bertulang pada Proyek Pembangunan RS Bunda Thamrin Aceh secara umum telah sesuai dengan SNI 2847:2019 dan spesifikasi teknis proyek.
Kata kunci: struktur beton bertulang, pelaksanaan konstruksi, pengendalian mutu, SNI 2847:2019.

ABSTRACT Reinforced concrete structural work is a key stage in the construction of multi-story buildings, as it serves as the load-bearing element of the structure. The success of this work is heavily influenced by the execution method, quality control, equipment usage, and adherence to applicable standards. This study aims to examine the execution of reinforced concrete structural work on the second floor of the Bunda Thamrin Hospital Aceh construction project and to evaluate its compliance with SNI 2847:2019 (Structural Concrete Requirements for Buildings). A qualitative descriptive research method was employed, utilizing data collection techniques such as field observation, interviews, documentation review, and literature study. The collected data were analyzed by comparing on-site execution practices against the provisions of SNI 2847:2019 and the project's technical specifications. The results indicate that the reinforced concrete structural work was carried out according to the standard sequence of operations: reinforcement installation, formwork installation, concrete casting, curing, and quality control. Column casting was performed using a tower crane with a concrete bucket, while beam and floor slab casting utilized a concrete pump for monolithic placement. Quality control measures included inspections of reinforcement and formwork, as well as slump tests yielding results of 12 cm and 13 cm—both within the project specification range of 12 ± 2 cm. Concrete curing was conducted via watering and ponding methods using water from an on-site borehole. Several challenges arose during execution, including material delivery delays due to flooding, heavy rainfall, power outages, and labor shortages. These issues were mitigated through effective coordination, the use of generator sets, work schedule adjustments, and increasing the workforce. Based on the evaluation, the execution of reinforced concrete structural work at the Bunda Thamrin Hospital Aceh project generally complied with SNI 2847:2019 and the project's technical specifications. Keywords: reinforced concrete structure, construction execution, quality control, SNI 2847:2019.

Citation



    SERVICES DESK