STUDI KOEFISIEN ATENUASI (μ) DAN HALF VALUE LAYER (HVL) TANAMAN KELADI HIAS TERHADAP PENYERAPAN RADIASI GAMMA DAN BETA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KOEFISIEN ATENUASI (μ) DAN HALF VALUE LAYER (HVL) TANAMAN KELADI HIAS TERHADAP PENYERAPAN RADIASI GAMMA DAN BETA


Pengarang

Cut Zakiatun Nufus - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Elin Yusibani - 197903232006042002 - Dosen Pembimbing I
Rini Safitri - 197004251995122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208102010003

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA Fisika., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Radionuklida seperti Cesium-137 (Cs-137) dan Strontium-90 (Sr-90) memiliki waktu paruh panjang sehingga dapat bertahan lama di lingkungan dan berpotensi menimbulkan risiko paparan radiasi bagi manusia. Salah satu upaya untuk mengurangi risiko tersebut adalah memanfaatkan tanaman sebagai vegetasi pelindung melalui proses fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan mengukur koefisien atenuasi linear (μ), koefisien atenuasi massa (μ/ρ), dan Half Value Layer (HVL) tiga jenis tanaman keladi hias (Philodendron, Big Papa, dan Sri Rejeki) terhadap radiasi beta dari sumber Sr-90 dan radiasi gamma dari sumber Cs-137. Pengukuran dilakukan menggunakan detektor FNIRSI GC-01 Geiger Counter pada dua kondisi sampel, yaitu tanaman utuh (hidup) hidup dan tanaman yang telah dipotong, yang diamati pada beberapa rentang waktu setelah pemotongan (mati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan atenuasi ketiga tanaman pada kondisi hidup lebih tinggi dibandingkan setelah mati (pemotongan) dan terus menurun seiring lama penyimpanan, dengan persentase penurunan pada radiasi gamma (61–71%) jauh lebih besar dibandingkan radiasi beta (16–33%). Sebaliknya, nilai HVL meningkat setelah pemotongan, dengan persentase kenaikan pada radiasi gamma (58–236%) juga lebih besar dibandingkan radiasi beta (18–50%). Philodendron menunjukkan penyerapan terbaik terhadap radiasi gamma, sedangkan Sri Rejeki menunjukkan penyerapan terbaik terhadap radiasi beta. Perubahan kadar air pada jaringan tanaman setelah pemotongan diasumsikan menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan kemampuan atenuasi tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa tanaman keladi hias berpotensi dikembangkan sebagai vegetasi pelindung alami yang ramah lingkungan untuk membantu mengurangi penyebaran radiasi di lingkungan yang berpotensi terpapar radionuklida.

Kata kunci: koefisien atenuasi, Half Value Layer, keladi hias, fitoremediasi, radiasi gamma, radiasi beta

Radionuclides such as Cesium-137 (Cs-137) and Strontium-90 (Sr-90) have long half-lives, allowing them to persist in the environment and pose potential radiation exposure risks to humans. One effort to mitigate this risk is utilizing plants as protective vegetation through phytoremediation. This study aims to measure the linear attenuation coefficient (μ), mass attenuation coefficient (μ/ρ), and Half Value Layer (HVL) of three types of ornamental caladium plants (Philodendron, Big Papa, and Sri Rejeki) against beta radiation from a Sr-90 source and gamma radiation from a Cs-137 source. Measurements were conducted using a FNIRSI GC-01 Geiger Counter detector under two sample conditions: intact (living) plants and cut plants, which were observed at several time intervals after cutting (dead). The results showed that the attenuation capability of all three plants was higher in the living condition than after dying (post-cutting) and continued to decrease over storage time, with the percentage decrease for gamma radiation (61–71%) being much greater than for beta radiation (16–33%). Conversely, the HVL values increased after cutting, with the percentage increase for gamma radiation (58–236%) also being larger than for beta radiation (18–50%). Philodendron demonstrated the best absorption against gamma radiation, while Sri Rejeki showed the best absorption against beta radiation. Changes in the water content of plant tissues after cutting are assumed to be the main factor influencing the decline in attenuation capability. These results indicate that ornamental caladium plants have the potential to be developed as eco-friendly, natural protective vegetation to help reduce the spread of radiation in environments potentially exposed to radionuclides. Keywords: attenuation coefficient, Half Value Layer, ornamental taro, phytoremediation, gamma radiation, beta radiation

Citation



    SERVICES DESK