PENGARUH KETERBUKAAN DIRI TERHADAP TINGKAT KEAKRABAN IBU DAN ANAK PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KETERBUKAAN DIRI TERHADAP TINGKAT KEAKRABAN IBU DAN ANAK PADA MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA


Pengarang

VITRA NADIRAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rahmawati - 196209022000122003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210102010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi
interpersonal yang dapat memengaruhi kualitas hubungan dalam keluarga,
khususnya antara ibu dan anak. Pada fase remaja akhir, mahasiswa cenderung
mengalami perubahan pola komunikasi akibat meningkatnya tuntutan akademik,
kemandirian, serta pengaruh digitalisasi yang berpotensi mengurangi kedalaman
interaksi emosional. Kondisi ini dapat berdampak pada tingkat keakraban antara
ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterbukaan diri
remaja terhadap tingkat keakraban ibu dan anak pada mahasiswa FISIP Universitas
Syiah Kuala. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Penetrasi
Sosial yang menjelaskan bahwa hubungan interpersonal berkembang secara
bertahap melalui proses keterbukaan diri dari lapisan dangkal menuju lapisan yang
lebih dalam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksplanatif dengan
metode survei melalui penyebaran kuesioner secara daring. Sampel penelitian
berjumlah 137 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dengan
kriteria mahasiswa aktif FISIP Universitas Syiah Kuala yang memiliki ibu kandung
serta melakukan komunikasi dengan ibu kandung minimal satu kali setiap hari atau
satu kali dalam seminggu selama satu tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa keterbukaan diri remaja berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat
keakraban ibu dan anak pada mahasiswa FISIP Universitas Syiah Kuala. Nilai
koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,204 menunjukkan bahwa keterbukaan
diri remaja memberikan kontribusi sebesar 20,4% terhadap tingkat keakraban ibu
dan anak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian.
Dengan demikian, semakin tinggi keterbukaan diri remaja kepada ibu, maka
semakin tinggi pula tingkat keakraban yang terjalin antara ibu dan anak.
Kata kunci: keterbukaan diri, tingkat keakraban, komunikasi interpersonal.

Self-disclosure is an important aspect of interpersonal communication that can affect the quality of family relationships, particularly between mothers and children. During late adolescence, university students tend to experience changes in communication patterns due to increasing academic demands, independence, and the influence of digitalization, which may reduce the depth of emotional interactions. This condition can affect the level of intimacy between mothers and children. This study aims to determine the influence of adolescent self-disclosure on the level of mother–child intimacy among students of the Faculty of Social and Political Sciences, Syiah Kuala University. This study employed the Social Penetration Theory, which explains that interpersonal relationships develop gradually through a process of self-disclosure, moving from superficial layers to deeper and more personal levels. This research used a quantitative explanatory approach with a survey method through online questionnaire distribution. The sample consisted of 137 respondents selected using a quota sampling technique. The criteria for the respondents were active students of the Faculty of Social and Political Sciences, Syiah Kuala University, who had a biological mother and communicated with their mother at least once a day or once a week during the past year. The results showed that adolescent self-disclosure had a positive and significant influence on the level of mother–child intimacy among students of the Faculty of Social and Political Sciences, Syiah Kuala University. The coefficient of determination (R Square) value of 0.204 indicated that self-disclosure contributed 20.4% to the level of mother–child intimacy, while the remaining 79.6% was influenced by other factors outside the scope of this study. Therefore, the higher the level of adolescent self-disclosure toward their mothers, the higher the level of intimacy established between mothers and children. Keywords: self-disclosure, intimacy level, interpersonal communication.

Citation



    SERVICES DESK