Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
INTERAKSI STRUKTUR SOSIAL DAN AGENSI INDIVIDU DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI GAMPONG TIBANG, KOTA BANDA ACEH : PERSPEKTIF STRUKTURASI GIDDENS
Pengarang
Cut Miftahul Yuda - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nurul Fajri - 199102262022032009 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110101010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang sering dihadapi
masyarakat di tingkat desa, termasuk di Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala,
Kota Banda Aceh. Di Gampong ini, aturan tentang kebersihan dan larangan
membuang sampah sembarangan sebenarnya sudah disampaikan, namun
pelaksanaannya belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut terlihat dari masih
ditemukannya sampah di beberapa titik lingkungan serta munculnya kebiasaan
masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan perbedaan antara aturan pengelolaan sampah dan kondisi lapangan di
Gampong Tibang, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku
masyarakat dalam mengelola sampah, serta melihat peran pemerintah Gampong
dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan
aparatur Gampong, masyarakat, dan pengelola sampah, serta didukung observasi
dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori Strukturasi Anthony
Giddens yang menekankan hubungan timbal balik antara struktur (aturan,
kebijakan, dan fasilitas) dan agensi (tindakan masyarakat dalam kehidupan seharihari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Gampong
Tibang belum memiliki sistem yang teratur karena keterbatasan fasilitas,
ketidakteraturan pengangkutan, dan minimnya sosialisasi. Kondisi ini mendorong
masyarakat melakukan praktik seperti membakar sampah, mengumpulkan dalam
karung, atau membawa ke desa lain. Pemerintah Gampong telah melakukan
himbauan dan teguran lisan, namun belum didukung program khusus dan fasilitas
yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas, penyusunan
program rutin, serta peningkatan koordinasi dengan DLHK dan partisipasi
masyarakat agar pengelolaan sampah lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Pengelolaan sampah, Perilaku masyarakat, Pemerintah Gampong,
Strukturasi
Waste management remains a common environmental issue at the village level, including in Gampong Tibang, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. In this village, cleanliness regulations and prohibitions against improper waste disposal have been introduced to the community; however, their implementation has not been fully effective. This condition is reflected in the presence of waste in several areas and in residents’ daily practices of handling household waste independently. This study aims to explain the gap between waste management regulations and field conditions in Gampong Tibang, identify factors influencing community behavior in managing household waste, and examine the role of the village government in waste management. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with village officials, community members, and waste management officers, supported by observation and documentation. The analysis applies Anthony Giddens’ Structuration Theory, which emphasizes the reciprocal relationship between structure (rules, policies, and resources) and agency (everyday actions of community members). The findings indicate that waste management in Gampong Tibang has not operated within a consistent and organized system due to limited facilities, irregular waste collection services, and insufficient socialization efforts. As a result, residents adopt practical strategies such as burning waste, storing it in sacks, or disposing of it in neighboring villages. The village government has mainly contributed through verbal warnings and appeals but has not yet developed a specific program supported by adequate facilities. This study recommends strengthening facilities, establishing routine waste management programs, improving coordination with the local environmental agency, and encouraging community participation to achieve more orderly and sustainable waste management. Keywords : Waste management, Community behavior, Village government, Structura
ANALISA PRAKTIK SOSIAL DALAM PELAKSANAAN PROGRAM GAMPONG RAMAH ANAK DI GAMPONG LAMPALOH, KOTA BANDA ACEH (Ichsan, 2022)
POLA INTERAKSI ORGANISASI IKATAN PELAJAR MAHASISWA MINANG (IPMM) (STUDI KASUS MAHASISWA RANTAU MINANG DI BANDA ACEH) (Nadea Salsabila, 2025)
ANALISA KEBIJAKAN TATA KELOLA SAMPAH TERHADAP KEBERLANJUTAN EKOLOGI DI KOTA BANDA ACEH (Ari Zonanda, 2024)
ANALISIS POLA INTERAKSI KELUARGA DI ERA DIGITAL (STUDI PADA KELUARGA PERKOTAAN DI BANDA ACEH) (CUT ULFAH GEBRINA, 2026)
DINAMIKA SOSIAL WISATA HALAL PANTAI ULEE LHEUE BANDA ACEH (Muhammad Akmal, 2026)