RESILIENSI PELAKU UMKM BIDANG PERTANIAN TERHADAP KETERAMPILAN DAN ADOPSI DIGITAL DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RESILIENSI PELAKU UMKM BIDANG PERTANIAN TERHADAP KETERAMPILAN DAN ADOPSI DIGITAL DI BANDA ACEH


Pengarang

AHMAD FARHAN HAMID - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Yuzan Wardhana - 198201102015041002 - Dosen Pembimbing I
Noratun Juliaviani - 198906092021022101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205102010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Agribisnis (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh merupakan salah satu daerah di Provinsi Aceh yang memiliki perkembangan UMKM yang cukup pesat, termasuk pada sektor pertanian. Perkembangan teknologi digital memberikan berbagai peluang bagi pelaku UMKM, seperti memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi usaha, dan memperkuat daya saing. Namun, pelaku UMKM bidang pertanian juga menghadapi berbagai tantangan, antara lain perubahan kondisi pasar, persaingan usaha, fluktuasi harga, serta keterbatasan dalam keterampilan dan adopsi teknologi digital. Kondisi tersebut menuntut pelaku UMKM memiliki resiliensi agar mampu bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat resiliensi pelaku UMKM bidang pertanian di Kota Banda Aceh, mendeskripsikan tingkat keterampilan digital dan adopsi digital, serta menganalisis pengaruh keterampilan digital dan adopsi digital terhadap resiliensi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 pelaku UMKM bidang pertanian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi pelaku UMKM bidang pertanian di Kota Banda Aceh berada pada kategori sedang, sedangkan keterampilan digital dan adopsi digital berada pada kategori baik. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa keterampilan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi, sedangkan adopsi digital tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital lebih berperan dalam meningkatkan resiliensi dibandingkan sekadar penggunaan teknologi digital. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan digital perlu terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM bidang pertanian di Kota Banda Aceh.

Banda Aceh City is an area in Aceh Province experiencing rapid MSME development, including within the agricultural sector. Digital technology offers various opportunities for MSMEs, such as expanding market access, enhancing operational efficiency, and strengthening competitiveness. However, agricultural MSMEs also face challenges, including shifting market conditions, business competition, price fluctuations, and limitations regarding digital skills and technology adoption. These conditions necessitate resilience among MSME operators to survive and adapt to change. This study aims to assess the resilience level of agricultural MSME operators in Banda Aceh City, describe their digital skills and adoption levels, and analyze the impact of these factors on resilience. A quantitative approach was employed, utilizing a sample of 100 agricultural MSME operators selected through purposive sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and ordinal logistic regression. The results indicate that the resilience of agricultural MSME operators in Banda Aceh City falls into the moderate category, while their digital skills and adoption levels are in the good category. Ordinal logistic regression analysis reveals that digital skills have a positive and significant effect on resilience, whereas digital adoption does not have a significant impact. These findings suggest that enhancing the ability of MSME operators to utilize digital technology plays a more crucial role in boosting resilience than the mere adoption of the technology itself. Therefore, training and mentoring programs aimed at improving digital skills must be continuously strengthened to enhance the resilience and sustainability of agricultural MSMEs in Banda Aceh City.

Citation



    SERVICES DESK